MALANG lintasjatimnews -Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia wafat dengan tenang sahabat kita mas Muhammad Mirdasy ketua LHKP (Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik) PWM Jatim Senin 6 April 2016 Pukul 14.22 WIB di RS UMM. Semoga beliau khusnul khatimah
Allahummaghfir lahu warhamhu waafihi wa’fu ‘anhu waakrim nuzulahu wawasy-syi’ mad-halahu, BirahmatiKa Ya Arhamar Rahimien.
Demikian bunyi kabar di WhatsApp group PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Jatim yang diunggah Prof Dr dr Sukadiono MM ketua PWM Jatim. Sontak kabar ini dalam hitungan menit menyebar ke seluruh warga dan Pimpinan Muhammadiyah di Jawa Timur
Alumni Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta [UMY] ini dikenal sebagai laki laki yang humble. Ia merupakan aktifis lintas generasi dan menjadi mentor Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jawa Timur.
Muhammad Mirdasy juga dikenal sebagai politisi yang sangat lurus. Ia sangat vokal dan suka turun ke bawah
Putra pertama KH Abdurrahim Nur MA ketua PWM Jatim era 1985-1995 ini adalah aktifis tulen. Dari IPM kemudian aktif di IMM. Setelah menamatkan kuliyahnya ia kembali ke kampung halamannya di Pandaan Pasuruan. Kemudian aktif sebagai wakil ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim dan puncaknya menjadi ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim hasil Musywil di Hotel Sarangan. Ia menggantikan Nanang H Kaharuddin
Pria kelahiran 1970 ini pernah menjadi anggota DPRD Propinsi Jatim dan dinobatkan sebagai politisi termuda. Saat itu ia berangkat dari Fraksi PPP [Partai Persatuan Pembangunan] di era 1990 an sebelum bergulir reformasi 1998.
Sebagai aktifis tulen di era H Nadjib Hamid (alm), Mirdasy dikenal memiliki relasi yang sangat luas baik di internal persyarikatan, politisi maupun birokrasi dan para jurnalis. Baginya tidak ada persoalan yang tidak bisa diurai, semua pasti ada solusinya bagi Mirdasy.
Kita semua kehilangan tokoh yang sangat menginspirasi, solutif dan pengayom. Semoga mendapat tempat terbaik di hadapan Allah Swt.
Rumah duka beliau di Jalan Jambu Nomor 1, Kuti I, Kutorejo, Kecamatan Pandaan, Pasuruan,
Reporter Fathurrahim Syuhadi









