LAMONGAN lintasjatimnews – Memanfaatkan momentum Jumat Kliwon di bulan Syawal, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pangkatrejo menggelar kegiatan Halal Bihalal yang bertempat di Masjid Al-Arqom, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Parengan, Jumat (03/04/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sekitar 600 jemaah yang terdiri dari jajaran PCM beserta Organisasi Otonom (Ortom), PRM beserta Ortom, hingga tokoh masyarakat. Turut hadir pula jajaran Forkompimcam Kecamatan Maduran (Camat, Kapolsek, dan Danramil) serta Kepala Desa Parengan.
Ketua PCM Pangkatrejo, Ustadz Edy Ahmad Muhyidin, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Tahniyah Idul Fitri dan mohon maaf lahir batin kepada seluruh jemaah. Ia juga memberikan pesan pengingat bagi seluruh kader.
“Ruhnya Ranting Muhammadiyah adalah ta’lim atau pengajian rutin. Inilah yang menjaga api pergerakan kita tetap menyala,” tegas Ustadz Edy.
Pesan K.H. Shodikin: Membersihkan Sampah Hati
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Drs. K.H. Shodikin, M.Pd., mengawali tausiyahnya dengan mengajak jemaah memaknai hakikat maaf-memaafkan melalui filosofi “Kupat” (Ngaku Lepat/Mengaku Salah).
“Setiap bani Adam pasti pernah berbuat salah (Kullu bani adam khotthoouun). Maaf-memaafkan harus dimulai dari orang terdekat; keluarga, tetangga, hingga sesama jemaah,” tuturnya.
Kiai Shodikin menekankan pentingnya Tazkiyatun Nafs (pembersihan jiwa) dari “sampah hati” seperti sifat gelo (kecewa berlebih), dengki, dan dendam. Ia mengutip QS. Al-A’la ayat 14-15: Qod aflaha man tazakkah, wa dzakarasma rabbihi fashalla—sungguh beruntung orang yang membersihkan diri dan mengingat nama Tuhannya lalu mendirikan shalat.
Beliau juga sempat memberikan wejangan unik mengenai kesehatan mental, “Orang sering kaget yang memicu tensi tinggi itu biasanya karena dua hal: jatuh tempo hutang atau jatuh cinta,” kelakarnya yang disambut tawa jemaah.
Etos Filantropi dan Tantangan Ekonomi Global
Lebih jauh, K.H. Shodikin membedah ciri khas warga Muhammadiyah yang berkemajuan melalui etos memberi. Merujuk pada QS. Ali Imran: 134, beliau memuji kemandirian warga persyarikatan.
“Ciri khas Muhammadiyah itu: Tiada hari tanpa memberi, tiada minggu tanpa membantu, tiada bulan tanpa iuran, dan tiada tahun tanpa membangun. Ini adalah The Power of Giving yang nyata,” Semboyan itulah yang membuat institusi Muhammadiyah tetap tegak tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal.
Namun, di tengah semangat tersebut, Ketua PDM Lamongan ini juga mengingatkan jemaah untuk waspada terhadap situasi global. Beliau menyoroti ketegangan geopolitik terkait penutupan Selat Hormuz yang berpotensi memicu kelangkaan energi dan resesi ekonomi global.
Jika jalur ini terganggu, pasokan minyak global akan tersendat. Mengingat Selat Hormuz adalah jalur bagi sekitar 20% konsumsi minyak dunia, penutupannya memang bisa memicu lonjakan inflasi energi secara global.
“Kita harus melakukan efisiensi atau penghematan. Dalam menghadapi ancaman resesi, prinsip kita adalah memberi seikhlasnya, namun mengambil seperlunya. Jangan terjebak konsumerisme berlebih,” imbaunya.
Waspada Penipuan dan Keberkahan Silaturahmi
Mengakhiri tausiyahnya, K.H. Shodikin menceritakan fenomena penipuan jual beli online yang marak menjelang lebaran. Ia menekankan bahwa interaksi langsung (offline) seringkali lebih berkah karena di dalamnya terdapat nilai silaturahmi yang tidak bisa digantikan oleh layar digital.
Acara ditutup dengan doa, membawa harapan akan lahirnya pribadi baru dengan semangat baru yang mampu menjaga kerukunan sesama dan tetap tangguh menghadapi dinamika zaman.
Kontributor: M. Said









