TRENGGALEK lintasjatimnews – Kodim 0806/Trenggalek mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April hingga 22 Mei 2026 di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Program terpadu lintas sektoral tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan pedesaan melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur serta kesejahteraan warga.
Sebagai tahapan awal sebelum pembukaan resmi program, Kodim 0806/Trenggalek menggelar Pra-TMMD pada Rabu (1/4/2026) yang ditandai dengan doa bersama dalam rangka tasyakuran di jalan poros Dusun Nglayur, Desa Sukorejo. Kegiatan berlangsung sederhana namun khidmat, sekaligus menandai dimulainya pekerjaan awal sasaran fisik yang akan menjadi fokus utama dalam TMMD ke-128.
Doa bersama tersebut dihadiri oleh Pasiter Kodim 0806/Trenggalek Kapten Cba Zainal Arifin, Pasi Ter Kodim 0806/Trenggalek, personel Koramil 0806-06/Gandusari, Kepala Desa Sukorejo, tokoh agama, serta warga masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan bersama dalam menyukseskan program pembangunan yang dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat desa.
Kapten Cba Zainal Arifin menjelaskan bahwa meskipun pelaksanaan resmi TMMD baru akan dibuka pada 22 April 2026, pengerjaan sasaran fisik perlu dimulai lebih awal melalui kegiatan Pra-TMMD. Menurutnya, langkah ini dilakukan karena kondisi cuaca yang masih berada pada musim penghujan, sementara beberapa pekerjaan fisik membutuhkan waktu pengerjaan relatif panjang agar hasilnya optimal.
Ia menegaskan bahwa Pra-TMMD memiliki peran strategis untuk memastikan seluruh target pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain mempercepat pekerjaan, tahapan awal ini juga bertujuan menjaga mutu hasil pembangunan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Pada tahap Pra-TMMD, sasaran fisik yang mulai dikerjakan meliputi pembangunan rabat jalan sepanjang 735 meter, renovasi 9 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan saluran Tembok Penahan Jalan (TPJ) sepanjang 110 meter, serta pembuatan sumur bor. Infrastruktur tersebut diprioritaskan untuk memperkuat akses transportasi warga, mendukung ketahanan lingkungan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Desa Sukorejo.
“Kami berharap masyarakat turut berkontribusi aktif. Dengan keterlibatan warga, kemanunggalan TNI dan rakyat akan semakin kokoh untuk bersama-sama memajukan pembangunan wilayah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapten Zainal. Ia menambahkan, antusiasme warga Desa Sukorejo dalam mendukung Pra-TMMD menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong yang terus terjaga sebagai fondasi utama keberhasilan program TMMD.
Reporter: feri









