TRENGGALEK lintasjatimnews – Suasana Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah masih terasa hangat di Desa Sukokidul, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Tradisi saling memaafkan dan mempererat silaturahmi pasca-Lebaran terus dijaga masyarakat melalui kegiatan halal bihalal yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Babinsa Koramil 0806-10/Pule jajaran Kodim 0806/Trenggalek, Koptu Agung, yang selama ini bertugas sebagai pembina teritorial di Desa Sukokidul. Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan sosial keagamaan itu menjadi bentuk nyata kedekatan TNI dengan masyarakat di wilayah binaan.
Dalam suasana penuh keakraban, warga dari berbagai unsur masyarakat tampak hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan halal bihalal, doa bersama, hingga penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Tokoh agama, perangkat desa, pemuda, serta keluarga penerima santunan turut larut dalam suasana kebersamaan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Koptu Agung mengatakan kegiatan halal bihalal memiliki arti penting dalam menjaga hubungan sosial antarmasyarakat, khususnya setelah momentum Idul Fitri. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi bagian dari budaya pasca-Lebaran, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi dan membangun keharmonisan sosial di lingkungan desa.
“Halal bihalal sangat penting untuk menjalin silaturahmi antarmasyarakat. Momentum ini juga menjadi sarana saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kebersamaan yang selama ini sudah terbangun di Desa Sukokidul,” kata Koptu Agung.
Ia menambahkan, sebagai aparat kewilayahan dirinya menyambut positif kegiatan yang melibatkan partisipasi warga secara luas karena mampu mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini juga memperkuat sinergi antara warga dengan aparat di lingkungan sekitar.
Sinergitas antara masyarakat dengan unsur keamanan dan pemerintahan seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun perangkat desa, lanjut dia, perlu terus dijaga melalui komunikasi yang intensif dan kegiatan bersama. Dengan hubungan yang harmonis, stabilitas sosial serta semangat gotong royong masyarakat Desa Sukokidul diharapkan tetap terpelihara pasca-Lebaran.
Reporter: feri









