Semarak Bukber Warga Nelayan Sukunan Paciran Lamongan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews.com – Sekitar 500 warga nelayan blok Sukunan desa/kecamatan Paciran, Lamongan dan sekitarnya berduyung-duyun menghadiri undangan Pengajian dan Buka Bersama (Bukber). Acara diselenggarakan takmir masjid Nadwatul Islam Paciran, Ahad (22/2/2026).

Kegiatan pengajian pengantar Bukber menghadirkan Ustadz Maskun Al-faraby, MAg (Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Cabang Muhammadiyah Brondong). Tepat pukul 16.30 WIB, acara dibuka Ustadz Suprio Amirundin, ST (Wakil Sekretaris Takmir), selaku pembawa acara. Selanjutnya sambutan takmir masjid Nadwatul Islam Paciran.

Dalam sambutannya, takmir menyampaikan, “Syukur Alhamdulillah acara terlakasana dengan lancar, meskipun sempat diguyur hujan saat adzan Ashar. Namun hujan mulai reda pukul 15.30 WIB. Saya menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah menyiapkan sejak pagi dan hamba Allah yang memberikan sumbangan kambing, serta partisipasi jamaah” jelasnya.

“Takmir menyediakan 500 bungkus menu gule kambing, es, buah-buahan, dan aneka jajanan tradisional. Insya Allah cukup dan semuanya mendapat bagian. Mohon doanya, semoga tahun depan dapat menyelenggarakan kembali Bukber. Acara Bukber sore ini mempererat jalinan silaturrahin, kebersamaan, dan persaudaraan antar warga,” pungkasnya.

Mengawali ceramanya, Ustadz Maskun Al-faraby, MAg, menyampaikan, “Dalam kesempatan ini saya mengajak kepada jamaah untuk sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah Ramadan tahun ini sebagai puncak Ramadan. Namun juga berharap tahun depan masih bisa bertemu kembali dengan Ramadan,” jelas pria asli Labuhan Brondong.

Ust Maskun, demikian panggilan akrabnya, menjelasakan, “Jika dianatomikan, maka bulan Ramadan dibagi menjadi lima anatomi, di antaranya; Syahrusshiyam wal Qiyam, Syahrul Maghfiroh, Syahrul Qur’an, Syahruttarbiyah, dan Syahrul Jihad,” ungkap pria alumni MAM 1 Ponpes Karangasem Paciran tahun 1991.

Syahrusshiyam wal Qiyam, selain perintah berpuasa. Pada bulan Ramadan umat Islam dianjurkan juga untuk menjalankan salat malam (Qiyam). Namanya salat taraweh, di luar Ramadan namanya salat malam.

Syahrul Maghfiroh, Ramadan merupakan bulan penuh ampunan. Tidak hanya maghfirah, tetapi juga afwun – artinya dosa-dosa kita akan dihapus Allah hingga tidak berbekas. Tentu saja selama Ramadan kita mohon sungguh-sungguh istighfar.

Syahrul Qur’an, bulan turunnya Al-Qur’an kita suci bagi umat Islam. Sebagaimana dalam Surat Al-baqarah: 186 yang artinya “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”

Syahruttarbiyah, Ramadan merupakan bulan pendidikan terutama pendidikan disiplin. Ibadah selama bulan Ramadan penuh dengan kedisiplinan, seperti: berbuka, sahur, taraweh, tadarus Al-Qur’an senantiasa dikerjakan dengan tertib. Walaupun kita tidak menjadwal, tetapi kita mengerjakan dengan tertib setiap hari.

dan Syahrul Jihad, bulan Ramadan merupakan bulan untuk berjihad – artinya mengerjakan sesuatu dengan bersunguh-sunguh. Terutama jihad melawan ruhani kita untuk istiqamah menahan segala sesuatu yang membatalkan dan keinginan lainnya yang dilarang Allah SWT.

Selesai acara tausiyah ditutup dengan doa, berbuka awal, salat magrib berjamah. Dilanjutkan pembagian konsumsi dan ramah tamah. Acara Bukber berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan rencana takmir panitia dan takmir masjid Nadwatul Islam Sukunan, Paciran, Lamongan.

Reporter: Ali Efendi