LAMONGAN lintasjatimnews – Rasa lelah adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Setiap orang, sekuat apa pun fisiknya, akan merasakan letih, jenuh, dan penat. Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki batas dan membutuhkan jeda.
Namun, dalam Islam, rasa lelah bukan sekadar keluhan atau beban, tetapi dapat bernilai ibadah jika diiringi dengan niat yang benar.
Sering kali kita terjebak dalam rutinitas duniawi yang melelahkan. Kita bekerja keras, beraktivitas tanpa henti, tetapi jika semua itu hanya berujung pada keluh kesah dan tidak menjadi ladang pahala, betapa meruginya kita.
Karenanya, niat lillah (karena Allah) menjadi penentu apakah suatu aktivitas memiliki nilai ibadah atau tidak.
Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Insyirah ayat 7–8 “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”(QS. Al-Insyirah: 7–8)
Ayat ini mengajarkan bahwa setelah menyelesaikan satu aktivitas, seorang muslim dianjurkan untuk terus berkarya dan tidak menjadi pemalas. Namun, yang paling utama adalah tetap menggantungkan harapan hanya kepada Allah Swt bukan pada manusia atau penghargaan dunia.
Rasulullah Saw bersabda “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjadi landasan utama bahwa nilai ibadah tidak terletak pada besarnya aktivitas, melainkan pada keikhlasan niat di baliknya. Bahkan ulama seperti Imam Ibnul Qayyim menegaskan bahwa niat dapat mengubah segala urusan dunia menjadi amal akhirat jika dilakukan karena Allah Swt
Ibn Rajab Al-Hanbali juga mengatakan bahwa seorang mukmin bisa meraih derajat mulia di sisi Allah hanya melalui niat yang ikhlas, meski amalnya tidak tampak besar di mata manusia. Inilah keindahan ajaran Islam : hal yang terasa melelahkan tetap dapat menjadi pahala jika diniatkan karena-Nya.
Ketika tubuh letih karena bekerja mencari nafkah yang halal, ketika kaki pegal karena melangkah menuju majelis ilmu, ketika tenaga terkuras untuk mengurus keluarga, sesungguhnya itu semua ada hitungannya di sisi Allah Swt
Rasulullah Saw bersabda “Tidaklah seorang muslim tertimpa rasa sakit, kelelahan, kesedihan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah hapuskan sebagian dari dosa-dosanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa rahmat Allah begitu luas bagi hamba-Nya. Bahkan lelah kita pun dapat menjadi penghapus dosa dan jalan menuju surga.
Karena itu, mari kita jaga niat dalam setiap aktivitas. Jadikan pekerjaan, belajar, berorganisasi, mengurus rumah tangga, dan segala urusan lainnya sebagai ibadah. Jangan biarkan lelah hanya menguras tenaga tanpa memperoleh balasan dari Allah
Semoga Allah Swt memberikan kekuatan kepada kita untuk terus beramal, memudahkan segala urusan kita, serta menjadikan setiap tetes keringat kita bernilai pahala yang besar di sisi-Nya. Aamiin.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









