BOJONEGORO lintasjatimnews – Refleksi akhir tahun 2024, membangkitkan optimis menggapai lebih baik. Demikian disampaikan Ahmad Syafii Sekretaris Kwartir Daerah Hizbul Wathan Bojonegoro, Selasa (31/12/2024)
Bagaimana kehidupan kita, sejauh mana pengetahuan kita tentang agama?
Lalu seberapa dalam komitmen kita terhadap pengetahuan dan pengalaman keberagamaan kita implementasikan dalam kehidupan nyata sehari- hari. Sudah kah agama betul betul kita jadikan kompas arah kehidupan dan al Quran menjadi petunjuk langkah perjuangan hidup, langkah gerakan, menuju kesempurnaan dan kebahgiaan hakiki.
Sementara pemahaman kita masih dangkal. Dangkal saja bahkan hanya terkesan hiburan-hiburan jasmani atau hiburan spiritual yang berakhir pada puas atau tidak puas.
Apakah kehidupan kita memang harus terhibur biar tidak serius terus?
Sehingga momen momen tertentu dipoles dengan tampilan religius, namun tetap haus. Kita masih melihat dan merasakan berbagai persoalan dekadensi moral, perjudian, korupsi, persoalan sosiaol yang belum menemukan solusi. agama seharusnya menjadi solusi utama untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut.
“Agama harus menjadi tempat berlindung, seperti kanopi yang melindungi dari panas dan hujan. Ketika manusia kehilangan arah, agama seharusnya menjadi penunjuk yang membedakan mana yang benar dan salah, yang baik dan buruk,” ungkap ASN Pendidikan ini
Tahun 2025 adakah harapan baru untuk mempercantik kehidupan ini?.
Usaha usaha baru, terobosan baru pemikiran tetap membangkitkan rasa optimis.
“Menggapai lebih baik di tahun 2025,” pungkasnya
Reporter Fathurrahim Syuhadi









