Kunjungan Dinas Pendidikan Lamongan ke Tech Kids Grand Prix ASEAN 2024

Listen to this article

LAMONGAN Lintasjatimnews – Dinas Pendidikan Lamongan menghadiri acara puncak Tech Kids Grand Prix ASEAN 2024, sebuah kompetisi pemrograman internasional bergengsi yang digelar di Orchid Junior Marina Bay Sands, Singapura

Awak Media berhasil menghubungi utusan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Dr. Chusnu Yulisetyo, M.Pd. melalui sambungan WA. Chusnu mengungkapkan bahwa acara tersebut diselenggarakan oleh Sprix, perusahaan asal Jepang, bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi internasional.

Para finalis dari berbagai negara ASEAN, termasuk Indonesia, Singapura, Thailand, Bangladesh, Malaysia, dan Filipina, berlomba menampilkan aplikasi atau game hasil karya mereka dalam presentasi 10 menit di hadapan lima juri. Salah satu juri utama adalah Daisuke Yasuoka, Direktur Global Marketing dari Sprix yang berkantor di Tokyo, Jepang.

Lebih lanjut Chusnu mengungkapkan bahwa dirinya hadir dalam kegiatan tersebut mendampingi empat siswa Lamongan yang diundang untuk menyaksikan langsung kompetisi tersebut. Mereka adalah Muhammad Gustav Revan (kelas 9, SMPN 1 Lamongan), Erine Ayudia Prithadevy (kelas 6, SDN IV Made), Ali Hisyam Ahmad (kelas 4, Sekolah Alam Citra Insani Lamongan), dan Sayyidatuz Zaskiyah Ad’ifah (kelas 5, MI Murni Sunan Drajat Lamongan).

Ditambahkan bahwa Kehadiran mereka mendapat dukungan penuh dari Sprix Office Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dunia pemrograman kepada generasi muda Lamongan. Saat berita ini dirilis, Chusnu yang didampingi Kepala Bidang SD, Imamatur Rokiin, S.Pd. yang menyertai keempat siswa SD dan SMP tersebut masih berada di Singapura.

Chusnu juga menyampaikan pada awak media, mengutip pernyataan Koji Ueda, Direktur Sprix Office Indonesia, yang menjelaskan, bahwa untuk tahun ini, siswa Lamongan hanya ikut menghadiri puncak acara lomba coding karena pembelajaran coding belum diterapkan di tingkat SD dan SMP. Selain itu, pengumuman seleksi lomba juga terlalu singkat, sehingga siswa belum sempat berpartisipasi. Harapannya, tahun depan akan ada perwakilan dari Lamongan yang masuk tingkat nasional dan bisa berkompetisi dengan peserta ASEAN lainnya di Singapura.

Kehadiran siswa Lamongan dalam acara Tech Kids Grand Prix ASEAN 2024 menunjukkan potensi besar bagi pengembangan kompetensi pemrograman di kalangan pelajar Indonesia. Kompetisi ini menjadi ajang inspiratif yang memperlihatkan pentingnya keterampilan digital di era modern. Di masa depan, Lamongan dapat memanfaatkan pengalaman ini dengan mengintegrasikan pemrograman dasar dalam kurikulum SD dan SMP agar generasi muda dapat bersaing di kancah internasional.

Dengan dukungan Dinas Pendidikan, peluang bagi siswa Lamongan untuk berkompetisi di acara internasional semakin terbuka lebar. Selain menambah wawasan siswa, kehadiran mereka di acara ini memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memahami standar pendidikan teknologi global.

“Implementasi program pelatihan khusus dalam bidang pemrograman, diiringi kolaborasi dengan perusahaan seperti Sprix, akan membuka kesempatan lebih luas bagi siswa Lamongan agar dapat berprestasi di panggung ASEAN,” pungkasnya

Reporter M Said