Pengajian Ramadhan STIT Muhammadiyah Paciran

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews.com – Sekolah Tinggi IlmuTarbiyah (STIT) Muhammadiyah Paciran mengadakan pengajian bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah. Kegiatan ini bertempat di kampus setempat, Rabu (20/3/2024)

Pengajian Ramadhan di gedung lantai 2 ini dihadiri oleh Ketua STIT Muhammadiyah Paciran Idzi, Layyinnati, M.Pd. Wakil Ketua I Maftuhah, M.Pd. Wakil Ketua II Himmatul Husniyah, M.Pd. Wakil Ketua III Suntari, M.Pd. Ketua LP2M Harsono, M.Pd. Ketua BPH H. Moh. Hasan Rasidi, M.Pd.I, dan jajarannya serta seluruh dosen STIT Muhammadiyah Paciran.

Hadir juga seluruh Mahasiswa STIT Muhammadiyah Paciran semester II, IV, VI dan VIII.

Dengan tema Ramadhan Momentum Transformasi Diri, Pengajian Ramadhan dimulai dengan pembukaan yang dipimpin oleh moderator Maftuhah M.Pd dengan membacakan susunan acara yang disusun secara sistematis. Dilanjutkan dengan membaca lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh mahasiswa semester V Helma Mazayya yang juga ketua IMM

Kemudian sambutan dari Ketua STIT Muhammadiyah Paciran Idzi’ Layyinnati M.Pd. Beliau berpesan seyogyanya di bulan Ramadhan ini mari jadikan ladang untuk terus meningkatkan ibadah kepada Allah Swt.

Lanjutnya, untuk tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan baik serta meninggalkan kebiasaan buruk.

“Kebiasaan itu harus dibangun. Kebiasaan yang baik dipertahankan dan ditingkatkan, sementara yang kurang baik ditinggalkan. Itu kita lakukan secara terus menerus hingga akhir hidup,” ujarnya

Sementara itu, pengajian Ramadhan disampaikan KH Ahmad Hasan Albana, S.Hi., MIRKH dosen STIT Muhammadiyah Paciran.

Dalam pengajian Ramadhan ini, kiai Hasan Albana berpesan kepada hadirin yang hadir agar menjadikan Ramadhan sebagai ajang memperbaiki diri.

“Maka kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum perubahan untuk menjadi pelopor dalam kebaikan,” pesannya.

Ditambahkan Kiai Hasan Albanna, alhamdulillah kita kembali sambut bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan yang menjadi momentum luar biasa bagi kita untuk melakukan transformasi diri yang lebih baik dan mampu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar.

Sesuai firman Allah Swt. Q. S. Al-Ankabut ayat 45 yang berbunyi:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Pada surat Al Ankabut ayat 45 mengandung perintah Allah Swt kepada manusia untuk mendirikan shalat. Ayat tersebut juga memberikan kabar gembira mengenai hikmah shalat, yakni dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

“Ramadhan bukanlah hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk merefleksikan diri. Meningkatkan ibadah, dan memperbaiki akhlak,” ujar Kiai Hasan Albanna.

Pengasuh Ponpes Al Munawwarah Brondong ini menjelaskan Ramadhan adalah momen yang bisa menjadi titik balik bagi kita untuk meraih keberkahan dan keampunan dari Allah Swt.

Kiai Hasan mengatakan pepatah Arab yang berbunyi man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun. Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka

Pengajian Ramadhan ini dilanjutkan penutup dan doa bersama yang dipimpin oleh Suntari, M.Pd. Kemudian ditutup oleh Maftuhah, M.Pd. selaku moderator

Maftuhah, MPd dalam pesannya mengungkapkan semoga kajian ini mampu menambah manfaat dan ilmu bernilai ibadah serta barokah bagi kita semua. Amiin ya robbal alamiin.

Kemudian Pengajian Ramadhan dilanjutkan dengan acara foto dan buka puasa bersama Bapak/Ibu dosen bersama seluruh mahasiswa.

Reporter Fathurrahim Syuhadi