Diduga Lintangkan Truk di Jalur Antrean Buah Sawit, MS Picu Keributan di PMKS PT HSJ

Listen to this article

LABUHAN BATU lintasjatimnews – Aktivitas di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Hari Sawit Jaya (HSJ), Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, sempat terganggu setelah seorang toke sawit berinisial MS (55) diduga melintangkan truk bermuatan tandan buah segar (TBS) di jalur antrean kendaraan, sehingga memicu keributan dan menghambat proses operasional pabrik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika MS datang ke PMKS PT HSJ untuk menjual TBS. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, buah sawit yang dibawanya diduga tidak memenuhi spesifikasi dan standar kualitas yang ditetapkan perusahaan sehingga tidak dapat diterima.

Diduga tidak menerima keputusan tersebut, MS kemudian melintangkan truk yang dikemudikannya di jalur antrean kendaraan yang sedang menunggu giliran untuk melakukan penimbangan dan pembongkaran TBS. Akibatnya, antrean kendaraan mengular dan aktivitas penerimaan buah sawit di pabrik sempat terhenti.

Situasi di lokasi semakin memanas karena MS diketahui datang bersama sejumlah orang yang mengenakan atribut organisasi masyarakat (ormas). Kehadiran mereka sempat menarik perhatian para sopir, pekerja pabrik, dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Humas PT HSJ menegaskan bahwa penolakan terhadap TBS milik MS dilakukan murni berdasarkan standar operasional perusahaan (SOP) yang berlaku bagi seluruh pemasok tanpa pengecualian.

“TBS yang dibawa saudara MS tidak sesuai dengan spesifikasi yang berlaku di perusahaan sehingga tidak dapat kami terima. Ketentuan ini berlaku sama kepada seluruh pemasok,” ujar Humas PT HSJ kepada wartawan.

Di tengah situasi yang memanas, tokoh masyarakat Josman Sinaga datang ke lokasi untuk meredam ketegangan agar aktivitas perusahaan dapat kembali berjalan normal.

Upaya mediasi tersebut sempat diwarnai adu argumentasi antara Josman Sinaga dan MS, namun akhirnya situasi berhasil dikendalikan sehingga operasional pabrik kembali berlangsung.

Pasca kejadian, beredar berbagai informasi di media sosial yang menyebut Josman Sinaga melakukan tindakan kekerasan serta membawa senjata tajam saat berada di lokasi. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Josman Sinaga.

“Saya datang hanya untuk menenangkan keadaan agar persoalan tidak semakin meluas. Tidak benar saya melakukan penganiayaan ataupun membawa senjata tajam sebagaimana yang beredar di media sosial,” tegas Josman Sinaga.

Ia juga berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila terdapat dugaan tindak pidana.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, “MS” belum memberikan keterangan atau tanggapan atas dugaan tindakan melintangkan truk di jalur antrean maupun bantahan yang disampaikan oleh Josman Sinaga. Belum diperoleh informasi resmi mengenai adanya laporan polisi maupun perkembangan proses hukum terkait peristiwa tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada MS maupun seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Reporter : Edo