LAMONGAN lintasjatimnews – Sekitar 150 alumni SMP Muhammadiyah 14 Pondok Pesantren Karangasem Paciran, Lamongan yang lebih dikenal dengan sebutan SMPMu Jipat Karangasem menghadiri acara “Sosialisasi Program KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar).
Acara diselenggarakan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Lamongan, bertempat di aula KH. Ali Manshur Lantai 3 kampus SMPMu Jipat Karangasem, pada hari Rabu (22/7/2026). Acara diikuti alumni angkatan 2024, 2025, dan 2026.
Pemateri Sosialisasi Program KIP Kuliah adalah Agus Budiyanto, S.Pd. M.Pd. (Pendamping Sosial Kementerian Sosial RI) dan Ali Efendi, S.Pd. M.Pd. (Ketua IPSM Kabupaten Lamongan). Adapun 3 materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi:
- Strategi Memilih Program Studi (Prodi) yang Prospektif
- Mengenal dan Cara Memanfaatkan Program KIP Kuliah
- Implikaksi Penggunaan Data Tunggal Sosial Dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Akbar Al Mubassyir, S.Pd, selaku panitia penyelenggara kegiatan sosialiasi, menyampaikan, “Kegiatan Sosialisasi Program KIP Kuliah merupakan pertama kali diselenggaarakan, dengan tujuan alumni SMPMu Jipat Karangasem mampu memanfaatkan program bantuan pemerintah di bidang pendidikan,” jelasnya.
Selanjutnya, pria yang menjabat sebagai Wakil Kepala SMPMu Jipat Karangasem, meneruskan, “Selain itu, agar murid alumni SMPMu Jipat Karangasem menyiapkan lebih awal dalam mengikuti program tersebut bagi yang memenuhi persyaratan. Karena terkadang ada murid yang masuk kriteria KIP Kuliah, tetapi tidak paham cara dan alurnya untuk mengikuti,” ungkapnya.
Pemateri pertama, Ketua PSM Ketua IPSM Kabupaten Lamongan menyampaikan materi tentang strategi memilih Prodi yang Prospektif dan cara memanfaatkan program KIP Kuliah. Materi ini sangat urgen disampaikan sejak awal tahun pelajaran, agar murid kelas XII lebih dini dalam menyiapkan adminsitrasi.
“Ada 3 keuntungan, jika lolos masuk program KIP Kuliah, yakni; bebas biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi yang ditetapkan, bebas biaya kuliah: Selama masa studi berlangsung, mahasiswa penerima KIP Kuliah bisa lebih fokus belajar tanpa perlu memikirkan biaya perkuliahan, dan bantuan biaya hidup selama menempuh perkuliahan,” jelas pria yang menjabat kepala SMPMu Jipat.
Sementar itu, Pak Agus, panggilan akrabnya, menjelaskan tentang kriteria bidang ekonomi bagi murid yang bisa tembus dalam program KIP Kuliah sebagai berikut:
- Murid Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pendidikan Menengah;
- Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos) RI;
- Atau memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa stempat;
- Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin atau pada Desil (pemeringkatan) yang ditentukan (Desil 1-4 ).
“Murid dengan status murid penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dengan menggunakan kelompok desil 1 (satu) sampai dengan 4 (empat), maka kemungkinan besar akan mendapatkan program KIP Kuliah. Dengan demikian, murid harus siap untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkas pendamping sosial asal desa Paciran.
Perlu diperhatikan Pemeringkatan (Desil) telah ditentukan oleh Kemensos RI sebagai berikut:
- Dinamis: Pemeringkatan berubah dalam kurun waktu 3 bulan sekali akibat pemutakhiran data;
- Inclusion Errors : mereka yang seharusnya tidak menerima bansos tetapi menerima (desil atas);
- Exclusion Errors: mereka yang seharusnya menerima namun tidak menerima (desil bawah).
Dengan kegiatan sosialisasi program KIP Kuliah yang dislenggarakan IPSM Kabupaten Lamongan. Harapan murid alumni SMPMu Jipat Karangasem akan mendapatkan pemahaman dan wawasan, serta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Reporter: Efendy









