Menguatkan Ukhuwah Melalui Masjid

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh umat Islam adalah saudara. Persaudaraan ini bukan sekadar hubungan sosial biasa, tetapi ikatan iman yang harus dijaga, dirawat, dan diperkuat. Masjid menjadi tempat utama untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ukhuwah tersebut melalui kegiatan ibadah dan kebersamaan.

Nabi Muhammad Saw. bersabda “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya; ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan prinsip dasar ukhuwah Islamiyah, yaitu saling menjaga, saling membantu, dan tidak saling merugikan. Masjid sebagai pusat umat harus menjadi tempat di mana nilai-nilai persaudaraan ini benar-benar diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Menguatkan ukhuwah melalui masjid berarti menjadikan masjid sebagai ruang yang menyatukan hati umat Islam tanpa memandang perbedaan status sosial, ekonomi, maupun latar belakang. Di dalam masjid, semua jamaah berdiri dalam satu barisan shaf salat yang sama, melambangkan kesetaraan dan persaudaraan di hadapan Allah Swt.

Pertama, masjid harus menjadi pusat interaksi sosial yang positif. Melalui kegiatan salat berjamaah, kajian rutin, dan acara keagamaan. Interaksi ini menjadi dasar kuat dalam membangun ukhuwah yang kokoh.

Kedua, masjid harus menjadi tempat penyelesaian masalah sosial secara damai. Ketika terjadi konflik di tengah masyarakat, masjid dapat berperan sebagai ruang musyawarah dan mediasi yang mengedepankan perdamaian dan persaudaraan.

Ketiga, masjid harus menjadi pusat kepedulian sosial. Melalui kegiatan seperti zakat, infak, sedekah, dan bantuan kemanusiaan, masjid menumbuhkan rasa saling peduli antarjamaah. Kepedulian ini memperkuat rasa persaudaraan – menghilangkan kesenjangan sosial.

Keempat, masjid harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatannya. Anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia harus merasa menjadi bagian dari masjid. Dengan keterlibatan yang inklusif, ukhuwah akan tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Kelima, masjid juga harus menjadi ruang edukasi tentang pentingnya ukhuwah. Melalui khutbah, kajian, dan diskusi keislaman, jamaah perlu terus diingatkan tentang nilai-nilai persaudaraan dalam Islam agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan kecil.

Dengan demikian, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemersatu umat yang menguatkan ikatan ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari.

“Ukhuwah akan menjadi kuat ketika masjid menjadi rumah bersama yang menyatukan hati, menghapus perbedaan, dan menumbuhkan cinta karena Allah Swt.”

Oleh karena itu, menguatkan ukhuwah melalui masjid adalah langkah penting dalam membangun umat yang solid, harmonis, dan berkeadaban.

Penulis Fathurrahim Syuhadi