DEPOK lintasjatimnews – Dari ruang kelas ke aksi nyata, siswa sekolah menengah Pertama (SMP), diajak turun langsung merawat bumi dalam peringatan Hari Bumi—membuktikan bahwa perubahan dimulai dari generasi muda.
Pada Sabtu (25/04/2026), Penggiat Alam Depok (PADe) berkolaborasi bersama Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Islam Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) dan Bikerz Against Kidz Abuse ( B.A.K.A) menggelar acara penanaman pohon dan literasi perilaku dalam menjaga bumi dengan tema “Anak Langit Kota Depok Beraksi, Bumi Kita Terjaga” kepada perwakilan 30 siswa – siswi SMP Islam YKS dalam rangka Hari Bumi 2026 yang bertempat di lobi Smp Islam Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) , Depok.
Acara di mulai melalui sesi literasi psikologis yang disampaikan oleh psikolog Eva Krista Hutajulu, S.Kom, MMSI, para siswa diberikan edukasi Pendekatan psikologis dalam kampanye anti-bullying menekankan pentingnya membangun empati, regulasi emosi, dan komunikasi sehat di kalangan siswa sebagai fondasi lingkungan sekolah yang aman.
Kasus bullying di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan, menyoroti pentingnya penguatan edukasi karakter dan perlindungan psikologis bagi siswa. Bullying bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi bentuk tekanan psikologis yang dapat meninggalkan luka jangka panjang—mendorong sekolah untuk memperkuat edukasi empati dan perlindungan siswa.
Secara psikologis, kombinasi antara literasi dan praktik langsung dinilai efektif dalam membentuk karakter siswa. Kegiatan ini mendorong munculnya rasa memiliki, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan. Pendekatan ini membantu siswa memahami keterkaitan antara perilaku sehari-hari dengan kondisi bumi, sekaligus membangun pola pikir yang lebih peduli dan reflektif.
Selain itu siswa – Siswi SMP Islam YKS juga diberikan materi terkait isu-isu lingkungan, seperti perubahan iklim, pengelolaan sampah, serta pentingnya penghijauan. Setelah itu, siswa secara langsung terlibat dalam kegiatan menanam pohon sebagai bentuk implementasi dari pengetahuan yang telah dipelajari.
“Saya sangat antusias dng kegiatan ini.Sangat bermanfaat utk anak – pihak sekolah, dan warga disekitar Setu pak Keling.Terimakasih yang sebesar – besaranya untuk rekan – rekan dari BAKA yang telah bersedia untuk berkolaborasi dengan PADe.Semoga bisa terus terjalin kerja sama dan silaturahminya.” Ucap Nandha Ketua Umum PADe.
Perwakilan B.A.K.A memberikan literasi terkait edukasi safety riding di kalangan pelajar terus digencarkan guna meningkatkan kesadaran berkendara aman dan menekan angka kecelakaan lalu lintas usia remaja.
Setelah Talkshow, perwakilan para siswa – Siswi dibonceng oleh perwakilan Bikers B.A.K.A menggunakan jenis motor besar untuk menuju Setu Pak Keling, yang terletak di sawangan, Depok untuk menanam 120 bibit pohon yang sudah di sediakan.
“Melalui aksi sederhana ini, Setu Pak Keling diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau yang lestari, tetapi juga pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Jika tidak sekarang…kapan lagi ???
Jika bukan kita….siapa lagi ???” Ucap Untung Bikers B.A.K.A
Antusias siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga merasakan langsung kontribusi kecil yang berdampak besar bagi keberlangsungan bumi di masa depan.
Setelah mendapatkan pemahaman, siswa diajak terlibat langsung dalam penanaman pohon di lingkungan sekolah. Aktivitas ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga memberikan pengalaman emosional yang memperkuat keterikatan siswa dengan alam.
Momentum Hari Bumi pun dinilai strategis untuk membentuk generasi muda yang tidak sekadar sadar, tetapi juga tergerak. Di tengah tantangan krisis lingkungan global, langkah kecil dari siswa SMP menjadi sinyal penting bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas—dan dari kesadaran yang tumbuh sejak dini.
(faZ)









