LAMONGAN lintasjatimnews – Peringatan Hari Kartini kembali menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa, khususnya dalam meneguhkan peran strategis perempuan dalam membangun peradaban. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lamongan, Puji Dariani Moh Nalikan, SM, menegaskan bahwa kekuatan masa depan umat sangat ditentukan oleh kualitas perempuan hari ini, Selasa (21/4/2026)
Menurutnya, ungkapan “jika perempuan berilmu dan berakhlak, maka masa depan umat akan lebih kuat dan bermartabat” bukan sekadar retorika, melainkan kebenaran yang telah teruji oleh sejarah dan semakin relevan di tengah tantangan zaman modern.
“Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam tatanan sosial. Ia adalah pondasi yang menopang bangunan peradaban dari dalam,” tegas Sarjana Manajemen ini
Ia menjelaskan bahwa sejarah telah membuktikan, di balik generasi yang kuat selalu ada perempuan tangguh yang memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai akhlak mulia. Perempuan tidak hanya melahirkan generasi secara biologis, tetapi juga membentuk kualitasnya secara intelektual dan moral.
Dalam konteks keluarga, Puji menekankan bahwa perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sejak awal kehidupan, anak mengenal dunia melalui sosok ibu, sehingga kualitas ibu akan sangat menentukan arah perkembangan anak.
“Seorang ibu adalah sekolah pertama. Jika ia disiapkan dengan baik, maka ia sedang mempersiapkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.
Perempuan yang berilmu, lanjutnya, mampu menciptakan lingkungan yang kaya akan stimulasi intelektual, menanamkan nilai kejujuran, serta membangun semangat belajar sejak dini. Sementara perempuan yang berakhlak akan menjadi teladan hidup yang mengajarkan empati, kesabaran, dan integritas melalui tindakan nyata.
Namun demikian, Puji mengingatkan bahwa ilmu tanpa akhlak dapat menjadi sesuatu yang berbahaya.
“Ilmu tanpa akhlak bagaikan api tanpa kendali. Ia bisa menerangi, tetapi juga bisa membakar,” katanya mengingatkan.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi perempuan sebagai sarana pembebasan dan pemberdayaan. Perempuan yang terdidik dinilai lebih mampu mengambil keputusan bijak, lebih tahan terhadap manipulasi, serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Investasi pada pendidikan perempuan adalah investasi berlipat ganda. Dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga, masyarakat, hingga bangsa,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa akhlak harus menjadi kompas dalam kehidupan perempuan modern. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kecerdasan saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan integritas moral.
“Yang kita butuhkan hari ini bukan hanya manusia cerdas, tetapi manusia yang benar,” imbuhnya.
Puji juga mengingatkan bahwa membangun perempuan berilmu dan berakhlak bukanlah tanggung jawab individu semata. Perlu dukungan dari keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, hingga negara untuk menciptakan ekosistem yang kondusif.
“Memajukan perempuan bukan berarti meminggirkan laki-laki, tetapi memperkuat pondasi umat secara keseluruhan,” tegasnya.
Ia pun menutup dengan penegasan bahwa cita-cita menghadirkan generasi emas harus dimulai dari perempuan hari ini.
“Perempuan berilmu dan berakhlak adalah arsitek masa depan. Dari tangannya lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermakna dalam kehidupan,” pungkas istri Sekda Lamongan ini.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









