LAMONGAN Lintasjatimnews – Suasana ruang pelatihan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Laren, Ahad (26/10/2025), terasa hidup sejak awal sesi pertama dimulai. Di hadapan 47 peserta yang duduk berjejer rapi, Alfain Jalaluddin Ramadlan, S.E, membuka materinya dengan senyum tenang dan suara penuh semangat.
“Menulis itu bukan sekadar merangkai kata. Menulis adalah ibadah, karena lewat tulisan kita bisa menyebarkan kebaikan dan cahaya dakwah,” ucapnya membuka sesi Pelatihan Jurnalistik Praktis yang digelar oleh Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Laren.
Menghidupkan Ruh Dakwah Melalui Tulisan
Pelatihan bertema “Jurnalisme Dakwah: Menyebar Cahaya dengan Tulisan” ini dihadiri para kader dari unsur PCM, Ortom, PRM, serta amal usaha Muhammadiyah se-Cabang Laren. Alfain membawakan materi sesi pertama tentang “Lima Trik Jitu Merebut Perhatian Pembaca”—hasil refleksinya selama bertahun-tahun bergelut di dunia jurnalistik.
Ia menekankan bahwa tulisan yang baik lahir dari niat yang lurus dan ketekunan.
“Tulisan yang dibaca banyak orang bukan karena panjangnya, tapi karena jujur dan menyentuh hati,” katanya.
Lima trik yang ia paparkan meliputi cara membuat judul yang menarik, menulis paragraf pertama yang menggoda rasa ingin tahu, menjaga panjang tulisan agar tidak melelahkan pembaca, memperkuat berita dengan foto yang tajam, serta pentingnya meminta orang lain memeriksa naskah sebelum dikirim.
Antusias dan Interaktif
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta dari berbagai latar belakang—guru, aktivis, hingga ibu rumah tangga—aktif bertanya dan berbagi pengalaman. Beberapa peserta bahkan langsung mencoba membuat berita dari kegiatan hari itu, kemudian mendapatkan masukan langsung dari Alfain.
“Saya baru sadar, ternyata menulis berita bisa semenyenangkan ini,” ujar salah satu peserta sambil tersenyum puas.
Bagi pria berumur 24 tahun ini, mengajar jurnalistik bukan sekadar berbagi teori. Ia ingin menanamkan kesadaran bahwa pena adalah alat dakwah.
“Kalimat yang kita tulis bisa mengubah pandangan seseorang, bahkan menuntunnya kepada kebaikan. Maka jadikan tulisanmu cahaya, bukan bara,” pesan penulis buku Al-Qur’an dalam Jejak Hidup ini.
Mendorong Lahirnya Kader Penulis Muhammadiyah
Pria yang juga aktif sebagai ustadz di Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan ini berharap kegiatan seperti ini menjadi pintu lahirnya banyak penulis Muhammadiyah di Laren.
“Kita butuh banyak jurnalis kader—yang menulis bukan untuk sensasi, tapi untuk menyampaikan nilai Islam yang mencerahkan,” ujarnya menutup sesi.
Pelatihan yang dipandu hangat oleh panitia MPID PCM Laren itu berakhir hingga siang hari dengan penuh kesan. Banyak peserta yang pulang membawa buku, semangat baru, dan tekad untuk mulai menulis berita dari kegiatan Muhammadiyah di lingkungannya.
“Menulis adalah cara kita berdakwah di era digital,” tutup Alfain. “Karena cahaya dakwah kini tak hanya bersinar di mimbar, tapi juga di layar.”
Reporter Fathurrahim Syuhadi









