SMK Muhlibat Adakan PHBI Dengan Tema Meneladani Akhlak Rosulullah SAW

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – SMK Muhammadiyah 5 Babat ( Muhlibat ) Lamongan adakan Peringatan hari besar Islam (PHBI) acara berlangsung di Halaman Kampus 1 Jl Rumah Sakit no 15 -17 Babat Lamongan, Senin (10/10/22)

Muhtaris Syafi’i SPdI MPdI Wakil kepala Sekolah Bidang Ismuba menuturkan, pagi ini kita adakan Peringatan Hari besar Islam untuk itu kami Menghibau agar Bisa di ikuti dengan sebaik-baiknya

Masih kata Muhtaris, pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kali ini akan di sampaikan oleh Ustadz Muhammad Anang Nafi’uzzaki Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan. “ucapnya”

hadirin sekalian yang berbahagia, Ucap ustadz Anang melanjutkan tausiahnya

Maulid Nabi Muhammad SAW ini pantas kita peringati oleh para kaum wanita atau kaum ibu pada khususnya, dan umat Islam pada umumnya dalam rangka memuliakan dan menyatakan terima kasih kepadanya, karena selama hidupnya, beliau telah mencurahkan segenap jiwa raganya untuk menyelamatkan kehidupan manusia dari kesesatan, kegelapan dan kebodohan menuju kehidupan yang lurus, terang benderang, berbudaya dan beradab, menuju kehidupan yang  bahagia di dunia dan akhirat.

Selanjutnya sebagaimana kita baca dalam sejarah,  bahwa Muhammad SAW tercatat sebagai Nabi yang paling  berhasil melaksanakan tugasnya  mengemban risalah Allah dalam waktu yang singkat, dengan resiko yang kecil, namun pengaruhnya sangat luas dan terus berlaku hingga sekarang.

Karena keberhasilannya yang luar biasa itu, Allah SWT dan para malaikatnya menyampaikan salam dan hormat kepada beliau, dan kepada kita juga dianjurkan agar menyampaikan salam dan hormat kepadanya, antara lain melalui peringatan maulid ini. Allah SWT menyatakan:

Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawat kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya (Q.S. al-Ahzab, 33:56).

Selanjutnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mengingatkan kita tentang pentingnya meneladani akhlak beliau yang mulia, serta mengamalkan ajaran yang dibawanya. Allah SWT berfirman:

Artinya: Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dirangnya bagimu maka tinggalkanlah. Q.S. al-Hasyr, 59:7).

Di antara akhlak Rasulullah SAW yang patut kita teladani atau ajaran yang dibawanya yang patut kita ikuti dan laksanakan adalah:

Pertama, melaksanakan shalat lima waktu. Beliau menyatakan, bahwa shalat adalah tiang agama, shalat menjadi pembeda antara seorang muslim dan non muslim, shalat dapat mencegah perbuatan yang keji dan munkar, shalat merupakan mi’rajnya seorang muslim, shalat merupakan kesempatan manusia berdialog, mengadu, dan memohon kepada Allah SWT,

Shalat merupakan amal yang pertama sekali akan ditanya di akhirat, jika shalatnya baik, maka akan ada harapan amal yang lainnya akan baik;  selain itu  shalat akan memberikan pengaruh kesehatan fisik dan ruhani, serta  kesehatan sosial, apa lagi shalat tersebut dilaksanakan secara berjamaah.

Karena demikian pentingnya shalat ini, hingga sampai menjelang ajalnya atau menjelang wafatnya, beliau mengingatkan umatnya, agar jangan meninggalkan shalat.

Kedua, menghiasi diri dengan akhlak yang mulia. Dalam salah satu hadisnya, beliau menyatakan:
Artinya: Bahwasanya aku diutus ke di dunia ini untuk menyempurnakan akhlak. (Riwayat Ahmad)

Menurut catatan sejarah, bahwa pada saat beliau diutus ke muka seluruh akhlak manusia di dunia ini, seperti akhlak orang Romawi, orang Yunani, orang China, India, Persia dan lainnya dalam keadaan  merosot yang disebabkan karena menyembah selain Allah, memperturutkan hawa nafsu.

Kehidupan ummat manusia saat itu tak ubahnya seperti binatang yang tidak mengenal halal dan haram, dan tidak mengenal tata krama, budi pekerti, akhlak dan sopan santun. Beliau berhasil merubah akhlak yang rusak dan buruk itu menjadi akhlak yang mulia. “tegas Ustadz”

Di antara akhlak yang beliau ajarkan adalah menghormati, menyayangi dan memuliakan orang tua, terutama ibu. Ketika ada seorang sahabat bertanya kepada beliau tentang siapakan orang yang harus lebih dahulu dihormati, beliau menjawab:ibumu, ibumu, ibumu, sampai tiga kali, dan kemudian bapakmu.

Akhlak mulia lainnya yang beliau ajarkan adalah menghormati dan memuliakan tetangga, karena tetanggalah orang yang terdekat dengannya. Akhlak kepada tetangga itu  antara lain jika saling bertemu mengucapkan salam, jika diundang agar didatangi, jika sakit hendaknya dijenguk, dan jika meninggal hendaknya diantarkan jenazahnya ke pemakaman; selanjutnya jika seseorang memasak makanan, atau hidangan yang baunya tercium oleh tetangga kita, maka hendaknya air kuah hidangan itu diperbanyak, sehingga tetangga kita dapat diberikan hidangan tersebut.

Selanjutnya beliau juga menyatakan, bahwa seseorang belum dapat dikatakan telah beriman yang sempurna, jika perutnya kenyang sendiri, sedangkan tetangganya menderita kelapanran.

Ketiga, melaksanakan fungsi dan peran sebagai istri atau sebagi ibu. Sebagai seorang istri, Rasulullah SAW mengajarkan agar kita menjadi istri yang shalihah, yaitu istri yang taat menjalankan perintah Allah, taat kepada suami, menjaga amanahnya, berupa harta benda, termasuk diri kita sendiri, ketika suami tidak ada di rumah, menyenangkan hatinya, menjaga kehormatannya, menghormati orang tua dan keluarganya.

Semua ini dilakukan dengan ikhlas dan dalam rangka beribadah kepada Allah, dan kita jadikan pelaksanaan tugas-tugas sebagai istri ini, sebagai ladang amal guna meraih keridlaan Allah pada balasan pahalanya berupa syurga di akhirat nanti.

Itulah antara lain akhlak dan ajaran yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada kita semua. Dan dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW ini, marilah kita ingat dan renungkan dan kita amalkan kembali akhlak dan ajarannya itu, sehingga maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentun introspeksi diri untuk kembali kepada ajaran Nabi Muhammad SAW. “pungkasnya”

Reporter : Qomari