Babinsa Pakang Dukung dan Dampingi Pelaksanaan BIAS

Listen to this article

BOYOLALI (lintasjatimnews.com) – Babinsa Pakang Koramil 15/Andong Kodim 0724/Boyolali Sertu Sunarto melakukan pendampingan kegiatan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), oleh Pukesmas Andong Dan Bidan Desa Pakang di SDN 1 Pakang dan Mi. Muhammadiyah Desa Pakang, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (21/09/2020).

Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Ini diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak. Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi diri dari aneka penyakit maka imunisasi ulangan perlu diberikan kembali sampai usia anak sekolah.

Program BIAS ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. Karena itu para guru dan orangtua perlu memberikan dukungan jika anaknya mendapat imunisasi di sekolah oleh petugas

Pemberian imunisasi untuk siswa SD perlu dilakukan karena sejak anak memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan tingkat kekebalan. Oleh sebab itu, pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia SD atau sederajat.

Kehadiran Babinsa Pakang Koramil 15/Andong Kodim 0724/Boyolali Sertu Sunarto diharapkan kehadirannya pada kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat. Di antaranya membantu menenangkan anak-anak yang akan diimunisasi. Sebab kebanyakan anak-anak merasa takut saat akan disuntik.

Menurut Dokter Puskesmas Pakang dr. Oni, program BIAS dengan sasaran murid SD di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Andong tersebut bertujuan untuk memberikan vaksinasi  guna meningkatkan kekebalan terhadap penyakit. Program tersebut dilaksanakan secara berkala.

“Pendampingan imunisasi yang dilakukan kehadiran Babinsa  bertujuan supaya hubungan kerjasama UPT Puskesmas dengan Koramil 15/Andong dalam rangka menciptakan generasi sehat dan kuat bisa terlaksana dengan baik. Kehadiran Babinsa akan mampu menenangkan anak-anak yang akan diimunisasi, sebab kebanyakan anak-anak merasa takut.” Tutur dr. Oni (Kemplu 72)

Tinggalkan Balasan