Meski Pemkot Tidak Melarang Kegiatan Hajat, Pelaku Seni Di Surabaya Masih Sambat

Listen to this article

SURABAYA (lintasjatimnews.com) – Pasca aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS), di Balai Kota, Rabu (12/8/2020) lalu. Mereka masih mengeluhkan sulitnya menggelar kegiatan hajatan.

Hal itu disampaikan lewat pertemuan para anggota APSS Wilayah Surabaya Barat, di UPT Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Genteng Kali, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu malam (12/9/2020).

Jamin, Ketua Korwil APSS Sektor Surabaya Barat, mengatakan, para pelaku seni yang terdiri dari penyanyi, wedding organizer, persewaan sound system, orkes dangdut dan pemilik sanggar tari tradisional tersebut, sudah melakukan pemberi tahuan berulang kali kepada aparat terkait.

“Sebenarnya kami sudah izin kepada pihak keamanan. Tapi masih ada penolakan dari lingkungan RT RW setempat,” tuturnya.

Pria yang berprofesi sebagai musisi pedangdut tersebut menilai, larangan itu dilakukan lantaran ketua RT dan RW masih takut, terhadap penularan virus corona di pusat keramaian.

“Alhasil beberapa anggota kami ada yang sudah menggelar kegiatan. Tapi ada juga yang belum terlaksana,” imbuhnya.

Jamin memaparkan, ada sekitar 10 anggota pekerja seninya telah menggelar kegiatan hajatan. Sedangkan sisanya mendapatkan penolakan. Sementara anggotanya APSS sektor Surabaya Barat berjumlah sekitar 200.

“Ini sudah dapat tanggapan dari Aliansi Pekerja Seni Surabaya Pusat, bahwa akan dibantu permasalahan yang ditemui di lapangan,” pungkasnya.

Yakni, lanjut Jamin, dengan melampirkan beberapa dokumen. Seperti form surat pernyataan dari tuan rumah tentang pelaksanaan protokol kesehatan, untuk diteruskan ke RT RW, jajaran pemerintahan kelurahan, kecamatan, dan kepolisian setempat.

Kemudian surat persetujuan Aliansi Pekerja Seni Pusat, Notulen demo tanggal 12 Agustus lalu terkait tak ada larangan kegiatan hajatan, Notulen tanggal 19 Agustus dan 31 Agustus lalu tentang pertemuan dengan BPB Linnmas. Serta dilengkapi KK dan KTP tuan rumah. 

“Ditambah dengan surat pernyataan tuan rumah agar kegiatan hajatannya harus selesai sebelum jam malam berlaku. ungkapnya.

Jamin berharap, para pekerja seni bisa kembali mencari nafkah seperti biasa. Bisa bekerja dan berkarya bagi keluarga hingga nusa dan bangsa.

“Selama pandemi ini, kesibukan saya hanya menggarap lagu saja. Itupun kalau ada inspirasi,” keluhnya.(Ramadhani)

Tinggalkan Balasan