Semangat Kelompok Tani Wilayah Perkotaan, Panen Perdana Tanaman Hidroponik Kolaborasi Laznas Chevron dan Dompet Dhuafa

Listen to this article

JAKARTA (lintasjatimnews.com) – Saat ini, krisis pangan menghantui Indonesia sebagai dampak pandemi  Covid-19. Banyak upaya dilakukan berbagai pihak guna mengantisipasinya. Masyarakat mulai melakukan penghematan dan menanam bahan pangan lokal, gerakan beli hasil tanaman pangan petani lokal juga digencarkan. Pada Minggu (6/9/2020),Kelompok Tani Hydro 15 Salah satu Penerima Manfaat program ketahanan pangan Kerja sama LAZNas Chevron dan Dompet Dhuafa berhasil melakukan panen perdana tanaman hidroponik di RT. 15 RW. 03 Keluarahan Cempaka Putih Timur, Jakarta. 

“Bahwa bertani di wilayah perkotaan juga tidak kalah berkualitas dengan pertanian-pertanian di desa. Saya yakin ketahanan pangan itu bisa didukung oleh setiap keluarga. Harapannya selain pengelolaan secara kelompok dan hasilnya disebarluaskan ke seluruh warga masyarakat. Nanti masing-masing keluarga juga bisa memiliki lahan atau medium tanamannya masing-masing, ” ucap  Ardiarso selaku ketua Kelompok Tani Hydro 15.

Acara ini dihadiri oleh Bapak Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat sekaligus memberikan sambutan dan simbolisasi Panen Perdana Tanaman Hidropinik. Peserta juga terdiri dari Kasudin Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Pusat, perwakilan Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat, Camat Cempaka Putih, Kasatpel LH Cempaka Putih, Lurah Cempaka Putih Timur, beserta Stakeholder dan Penerima Manfaat turut hadir meramaikan acara Panen Perdana ini.

“Salah satu kunci keberhasilan panen perdana ini terletak di proses penyemaiannya. Jika di tahap ini sudah bagus maka ketika pindah medium tanam, insyallah tidak ada kendala. Di satu sisi ketika pindah medium tanam, kita juga harus perhatikan nutrisinya. Jangan sampai kekurangan atau berlebihan,”jelas Rudi Abdi salah satu anggota Kelompok Tani Hydro 15.

Program Ketahanan Pangan salah satu program pemberdayaan Dompet Dhuafa dalam mengatasi dampak yang dihasilkan dari pandemi Covid-19. Program Ketahanan Pangan sendiri terdiri dari budidaya tanaman hidroponik dan budidaya ikan lele dalam ember (budikdamber). Sebanyak 417 tanaman hidroponik menjadi budidaya kelompok tani asal Kompleks Patra II Cempaka Putih Timur, Jakarta. Adapun tanaman tersebut adalah sayuran kale, sawi, dan pakcoy.

“Konsentrasi program ini untuk memberikan kemandirian bagi sektor UMKM dan keluarga. Baik hasilnya untuk konsumsi pribadi bagi warga kelompok tani atau dipasarkan untuk menambah penghasilan,”ucap Ahmad Faqih selaku General Manager Resource Mobilization ZISWAF Dompet Dhuafa.(Fatzry)

Tinggalkan Balasan