LAMONGAN Lintasjatimnews – “Al Mizan ini kedepan akan menjadi besar, karena telah menolong anak yatim,” itulah yang di ungkapkan oleh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bapak KH. Dr. M. Saad Ibrahim MA, pada acara Istihlal atau yang disebut Halal BI Halal pada, Sabtu (21/5/2022) di Masjid Al Ghoihab Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Acara ini diadakan oleh Panti Asuhan (PA) dan Pondok Pesantren (PP) Al Mizan Muhammadiyah Lamongan yang bertujuan untuk menjalin Silaturahim dengan sesepuh, donatur dan keluarga besar Al Mizan.
Turut Hadir, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Bapak KH. Dr. M. Saad Ibrahim MA, ketua Pengurus PA dan PP Al Mizan Muhammadiyah Lamongan bapak KH Drs. Sumari MAg beserta jajaranya, Direktur PA dan PP Al Mizan Muhammadiyah Lamongan bapak Mujianto MPdi beserta jajaran direksi, serta sesepuh, donator, guru dan karyawan, beserta Keluarga besar PA dan PP Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Saad Ibarahim dalam memberikan tausiyah mengatakan, atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sangat mengapresiasi model yang telah dicetuskan oleh Al Mizan dengan memaduhkan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren ini.
Kemudian Pria kelahiran Mojekerto tersebut memberikan cerita Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah. Gubernur Jatim dalam memecahkan masalah menggunakan hadist “Wallahu fi aunil abdi ma kaanal abdu fi auni akhih” Allah senantiasa menolong hambanya selagi hambanya menolong saudaranya .
Maka, kata Sa’ad. Hampir setiap gubernur mengadakan acara tidak akan lupa mengundang anak-anak yatim, lalu memberikan sesuatu yang bisa meringankan bebannya dan memberikan kegembiraan kepada anak yatim itu.
Dan Al Mizan, dengan memadukan Pondok dengan Panti Asuhan, ini sudah sangat bagus sekali dan bisa sebagai percontohan di pondok-pondok Muhammadiyah lainya.
“Di Jawa timur kita mempunyai sekitar 140 Panti Asuhan, hanya ada beberapa yang modelnya seperti Al Mizan, dan In Syaa Allah kedepan akan kita tata kembali,” ungkap pria kelahiran 17 November 1951 .
Saad Ibrahim menambahkan, Salah satu rukun Pondok Pesantren adalah Kiyai. Maka kita sedang mengatur pondok kita. Khususnya yang kita sebut Muhammadiyah Boarding School, yang saat ini jumlahnya di Jawa Timur sudah 39, salah satunya Al Mizan ini.
Kyai itu bertugas untuk menjaga agama, mengatur pendidikannya, mengistikhomahkan santrinya, mengajarkan dan membuat kurikulum. Termasuk memproyeksikan Pondok Pesantren Muhammadiyah kedepan.
Dan kiyai ini kita rancang tanpa periodesasi.
Kalau melakukan penyimpangan yang tidak diterima. Maka kiyai itu akan diganti. Tapi tidak otomatis anak kyai menggantikan bapaknya yang telah menjadi kyai di Muhammadiyah.
Selanjutnya, kita juga akan membuat di pondok Muhammadiyah. Ada direktur, dan direktur inilah yang kita angkat ada periodesasi selama dua periode, kalau sukses bisa ditambah. Tugasnya lebih terkait kemajuan Pondok Pesantren. Yang mengelolah urusan-urusan mengenai duniyawi . Itu kita serahkan kepada direktur.
“Maka dengan cara seperti itulah di Pondok Pesantren Muhammadiyah akan lebih cepat perkembangannya,” pungkasnya.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









