LAMONGAN lintasjatimnews – Momentum peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi ajang seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam bidang pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Siti Amiroch, Dr. Hj., S.Si., M.Si, akademisi sekaligus tokoh perempuan yang aktif di bidang pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan, Selasa (21/4/2026)
Menurutnya, semangat Kartini tidak hanya relevan bagi kaum perempuan, tetapi juga penting ditanamkan kepada generasi muda sebagai calon penerus bangsa. Ia menekankan bahwa Kartini adalah simbol perjuangan yang telah membuka jalan bagi perempuan untuk mendapatkan akses pendidikan yang setara.
“Perjuangan Kartini adalah bukti bahwa perempuan mampu mengambil peran besar dalam dunia pendidikan dan peradaban,” ujar Dekan FMIPA UNISDA periode 2014–2025 ini
DR Siti Amiroch menilai bahwa keteladanan Kartini harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, khususnya melalui pendidikan dan pembentukan karakter.
Ia menegaskan bahwa perempuan masa kini harus mampu menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing.
Kepemimpinan tersebut tidak hanya dilihat dari jabatan formal, tetapi juga dari kemampuan menjadi inspirator dan teladan, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat luas.
“Kartini masa kini adalah perempuan yang cerdas, amanah, bertanggung jawab, dan mampu menginspirasi,” tegas lulusan S1, S2, dan S3 Matematika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini
Dalam konteks keluarga, Amiroch menekankan peran perempuan sebagai ibu yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diberikan oleh seorang ibu.
“Dari ibu yang cerdas secara ilmu dan agama, akan lahir anak-anak yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai moral,” jelas Pengurus IWAPI Cabang Lamongan sebagai Ketua Komite Tetap bidang Pendidikan dan Pelatihan masa kepengurusan 2025-2030
Ia juga mengingatkan bahwa perempuan di era digital saat ini harus memiliki ketangguhan dan kepribadian yang kuat. Arus informasi yang masif, terutama di media sosial, menuntut perempuan untuk mampu berpikir logis, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
“Perempuan harus adaptif dan tidak mudah terprovokasi, terutama oleh isu-isu yang memecah belah,” kata perempuan yang lolos pendanaan Hibah Kompetitif Nasional tahun 2016, 2017, 2018, 2020, 2021, 2026 bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat – Kemdiktisaintek
Lebih lanjut, Amiroch menekankan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat bagi perempuan.
Menurutnya, belajar tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai sumber yang kredibel dan bermanfaat.
Di era Society 5.0, perempuan memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi. Ia menyebutkan bahwa banyak perempuan telah terlibat dalam penelitian dan inovasi, baik melalui pendanaan dari pemerintah maupun lembaga internasional.
Sebagai reviewer jurnal internasional bereputasi seperti Elsevier dan Springer Nature, Amiroch juga aktif dalam pengembangan keilmuan melalui penelitian dan pengabdian masyarakat. Ia bahkan beberapa kali lolos dalam pendanaan hibah kompetitif nasional dari Kemdiktisaintek.
Selain di dunia akademik, ia juga aktif sebagai pelaku usaha dan pengurus organisasi perempuan, menunjukkan bahwa perempuan mampu berperan di berbagai lini kehidupan secara seimbang.
Menurutnya, semua kiprah perempuan masa kini sejatinya merupakan bentuk nyata dari warisan perjuangan Kartini. Keteladanan, kegigihan, dan semangat untuk terus belajar adalah nilai-nilai yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Keteladanan perempuan hari ini adalah cermin dari semangat Kartini di masa lalu,” ungkap Owner Rumah Busana Amira dan Owner Prife Wellness Gallery Lamongan
Menutup pernyataannya, Amiroch mengajak seluruh perempuan untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Melalui pendidikan dan keteladanan, perempuan dapat membentuk karakter generasi yang kuat dan berakhlak. Di situlah makna Kartini yang sesungguhnya,” pungkas Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISDA
Reporter Fathurrahim Syuhadi









