SIDOARJO lintasjatimnews – Sentra batik ternyata tidak hanya ada di Pekalongan, Solo dan Yogyakarta saja.
Di Sidoarjo juga banyak ditemukan beberapa sentra pengrajin batik. Seperti di daerah Jetis Sidoarjo Kota, Sekardangan, Desa Kenongo Tulangan dan Desa Sarirogo.
Salah satunya yang coba Lintas Jatim News kunjungi yaitu di Desa Sarirogo. Milik Lintang Septianti Hartono, seorang pengrajin batik tulis dan batik printing.
Lintang, sapaan akrabnya mengatakan, jika UMKM batiknya ini merupakan regenerasi( turunan) dari orang tuanya. Yang juga pengrajin UMKM batik di Desa Kenongo Tulangan. Ia mengaku memulai usahanya pada 2015 silam. “Kalau orang tua (ibu) mulai usaha dari 1997,” ujarnya Sabtu (26/03/2022).
Ia mengaku sudah mengerti tentang dunia perbatikan sejak duduk di bangku SMP, sewaktu tinggal di Desa Kenongo Tulangan rumah milik orang tuanya. Sebelum akhirnya mencoba buka sendiri di Desa Sarirogo. Untuk jenis batik di tempatnya,ia memproduksi: batik tulis, semi tulis (perpaduan) dan batik printing.
” Kalau batik printing garisnya lebih rapi,” jelasnya. Untuk batik Sidoarjo sendiri,kata ia, beberapa daerah punya ciri ciri tersendiri. Yang membedakan satu dengan yang lainnya. ” Kalau saya sendiri mempunyai ciri Banyeman dan Suduk Kentang,” ujarnya.
Ketika ditanya butuh berapa lama untuk membatik menjadi kain yang siap jual? Ia menjawab, kalau batik halusan dibutuhkan waktu satu bulan. Kalau yang jenis biasa bisa sekitar tiga minggu.
“Juga tergantung motif motif dan banyaknya warna. Karena tiap warna beda nyantingnya,” tuturnya.
Produk lain kain batik,kata ia, selain bisa dibuat baju juga bisa dijadikan souvernir kain( sapu tangan). Semenjak pandemik, produksi batiknya dilakukan di rumah masing-masing para pengrajin, yang kebanyakan warga sekitarnya desanya.
Di saat ini pemesannya dari instansi instansi pemerintah dan sekolah sekolah swasta. Di samping itu untuk mengenalkan batiknya ia juga memasarkan secara online. Dan offline pameran (menyebarkan kartu nama).
Reporter : budi








