Hikmah dari Peristiwa Isra’ dan Mi’roj

Listen to this article

PASURUAN lintasjatimnews – Isra’ dan Mi’roj adalah peristiwa yang bisa dikatakan sangat ajaib. Dimana Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha. Atau yang dulu lebih di kenal dengan Baitul Maqdis. Dengan kebesaran Allah SWT beliau( Nabi Muhammad) dijalankan menuju langit ke 7 (tujuh). Dan hanya dalam tempo satu malam saja!, untuk dua peristiwa sekaligus.

Tepat pada tanggal 27 Rajab, atau 28 februari seluruh umat Islam di Indonesia. Bahkan seantero dunia memperingati kejadian dan peristiwa sejarah besar tersebut. Yang tentunya bertujuan untuk menambahkan kualitas iman. Serta ketakwaan kita sebagai ummat muslim

Adapun hikmah dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj sendiri adalah: untuk menghibur kesedihan Nabi Muhammad SAW. Yang mana pada saat itu, beliau memang mengalami kesedihan yang amat sangat. Sebab, istri beliau yang tercinta meninggal, yaitu: Sayyidatina Khadijatul Kubro,dan pamannya Sayyiduna Abu Thalib. Bahkan ahli sejarah islam menyatakan bahwa tahun ke-10 kenabian itu adalah tahun kesedihan bagi Nabi Muhammad SAW.

“Hikmah besar lain dari Isra’ Mi’raj yaitu: Allah SWT membuka kesempatan pada semua hambanya untuk menjalin hubungan spesial. Dan dekat dengannya dengan ritual ibadah Sholat” ujar K.H Atto’illah pengasuh pondok pesantren Darussalam 2 Watukosek Gempol Pasuruan dalam acara memperingati,Isra’ Mi’raj kemarin (27/02/22) di pondok tersebut.

“Karena dengan adanya peristiwa Isra’ dan Mi’raj.Allah SWT memberikan nabi dan semua ummatnya perintah sholat. Yang mana dengan ibadah tersebut ,seorang hamba bisa langsung berinteraksi dengan penciptanya,” lanjutnya

Hal tersebut ,kata ia,juga berdasarkan hadits nabi. Yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang artinya: keadaan seorang hamba yang paling dekat denga rabbnya adalah ketika dia sujud. Maka perbanyaklah berdo’a.

Reporter : andik