KADISDIK Lamongan Tekankan Sekolah Aman dan Bahaya Judol pada Rakor MKKS SMP Negeri

Listen to this article

LAMONGAN LintasJatimNews – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Lamongan sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada Rabu (23/09/2026). Bertempat di SMPN 2 Sukodadi, acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini dipandu langsung oleh Karnadi, S.Pd., M.Pd.

Kepala SMP Negeri 2 Sukodadi, H. Basuki, S.Pd., M.Pd. selaku tuan rumah, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan pada SMPN 2 Sukodadi sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakor MKKS. Dirinya juga mohon maaf apabila dalam penyiapan penyelenggaraan serta pelayanan masih ada yang dirasa kurang sesuai harapan.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Lamongan, Dr. H. Shodikin, M.Pd.. Turut hadir mendampingi beliau adalah Kepala Bidang (Kabid) SMP, Abdullah Taufik, S.Pd., M.Pd., yang baru sepekan dilantik pada 15 September 2026 lalu, Kepala Seksi (Kasi) Sarpras Bidang SMP, Ebid Beny Putra, S.Pt., M.M, dan Koordinator Pengawas (Korwas) Jumaidi, S.Pd., M.Pd., serta Ketua MKKS SMP Negeri Lamongan, H. Muhammad Munir, S.Pd., M.Pd..

Dalam sesi pembinaan utama, Kadisdik Lamongan Dr. H. Shodikin menyampaikan sejumlah instruksi dan arahan krusial bagi para kepala sekolah. Terkait dengan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan, beliau menekankan bahwa pelaksanaan program harus dikerjakan secara ketat sesuai dengan spesifikasi pada Rencana Anggaran Biaya (RAB). Program ini dikawal langsung dari pusat dan akan diinspeksi oleh Inspektorat Jenderal (Irjen). Pihak sekolah juga diinstruksikan untuk segera mengunggah hasil perubahan sarana prasarana (sarpras) terbaru ke dalam sistem Dapodik.

Lebih lanjut, Dr. Shodikin menyoroti urgensi implementasi Permendikbudasmen No. 6 Tahun 2026 tentang sekolah aman dan nyaman. Beliau menjabarkan bahwa keamanan tersebut meliputi empat area utama: kehidupan spiritual, psikologis, fisik dan mental, serta kehidupan digital.

“Guru BK dan Satpam harus sesekali berkeliling untuk melakukan inspeksi agar tidak ada letupan kekerasan fisik di sekolah,” tegas Dr. Shodikin. Sebagai tindak lanjut, seluruh sekolah diwajibkan segera membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKS).

Isu sosial kemasyarakatan juga menjadi sorotan tajam dalam sambutan Kadisdik. Beliau memperingatkan bahaya judi online (judol), pinjaman online (pinjol), dan perselingkuhan yang berpotensi menghancurkan kerukunan rumah tangga. Berdasarkan data yang dirilis Wakil Bupati, terdapat peningkatan izin cerai pada bulan September 2026 hingga menembus angka 3.000 kasus per tahun. Kondisi ini mengakibatkan sekitar 6.000 anak terlantar dan menjadi salah satu pemicu utama kenakalan remaja.

Menyambung ketegasan Kadisdik, Kabid SMP Abdullah Taufik dalam pembinaannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen kuat untuk memberikan pembinaan hingga sanksi pemecatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti bersalah dan terlibat dalam judol, pinjol, perselingkuhan, maupun narkoba.

Di samping itu, Kadisdik Lamongan juga mengingatkan pihak sekolah untuk sangat berhati-hati dalam pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) maupun isu pungutan. Dana PIP murni harus dicairkan oleh peserta atau wali murid, dan pihak sekolah dilarang keras melakukan penyelesaian administrasi atau pemotongan di hari yang sama agar tidak memunculkan persepsi negatif di masyarakat.

Pada sesi sosialisasi berikutnya, Korwas Jumaidi, S.Pd., M.Pd., memberikan pemaparan terkait pemanfaatan aplikasi Si Mantap milik Provinsi Jawa Timur serta tata cara sekolah dalam mempelajari Raport Pendidikan guna penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Arkas.

Rakor yang penuh dengan penyampaian kebijakan strategis ini kemudian dilanjutkan dengan sesi internal Ke-MKKS-an yang dipimpin oleh Ketua MKKS, H. Muhammad Munir, S.Pd., M.Pd., membahas kalender pendidikan serta evaluasi kegiatan serta rencana kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen Siswa (LDKSM).

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mudzakir, S.Pd., M.Pd..
Sebanyak 48 Kepala SMP Negeri, mengikuti rakor dengan serius dan penuh kekeluargaan, Sebelum meninggalkan tempat kegiatan, mereka dijamu makan siang oleh tuan rumah

Kontributor: M. Said

LAMONGAN TEKANKAN SEKOLAH AMAN DAN BAHAYA JUDOL PADA RAKOR MKKS SMP NEGERI

LAMONGAN, LintasJatimNews – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Lamongan sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada Rabu (23/09/2026). Bertempat di SMPN 2 Sukodadi, acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini dipandu langsung oleh Karnadi, S.Pd., M.Pd.

Kepala SMP Negeri 2 Sukodadi, H. Basuki, S.Pd., M.Pd. selaku tuan rumah, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan pada SMPN 2 Sukodadi sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakor MKKS. Dirinya juga mohon maaf apabila dalam penyiapan penyelenggaraan serta pelayanan masih ada yang dirasa kurang sesuai harapan.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Lamongan, Dr. H. Shodikin, M.Pd.. Turut hadir mendampingi beliau adalah Kepala Bidang (Kabid) SMP, Abdullah Taufik, S.Pd., M.Pd., yang baru sepekan dilantik pada 15 September 2026 lalu, Kepala Seksi (Kasi) Sarpras Bidang SMP, Ebid Beny Putra, S.Pt., M.M, dan Koordinator Pengawas (Korwas) Jumaidi, S.Pd., M.Pd., serta Ketua MKKS SMP Negeri Lamongan, H. Muhammad Munir, S.Pd., M.Pd..

Dalam sesi pembinaan utama, Kadisdik Lamongan Dr. H. Shodikin menyampaikan sejumlah instruksi dan arahan krusial bagi para kepala sekolah. Terkait dengan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan, beliau menekankan bahwa pelaksanaan program harus dikerjakan secara ketat sesuai dengan spesifikasi pada Rencana Anggaran Biaya (RAB). Program ini dikawal langsung dari pusat dan akan diinspeksi oleh Inspektorat Jenderal (Irjen). Pihak sekolah juga diinstruksikan untuk segera mengunggah hasil perubahan sarana prasarana (sarpras) terbaru ke dalam sistem Dapodik.

Lebih lanjut, Dr. Shodikin menyoroti urgensi implementasi Permendikbudasmen No. 6 Tahun 2026 tentang sekolah aman dan nyaman. Beliau menjabarkan bahwa keamanan tersebut meliputi empat area utama: kehidupan spiritual, psikologis, fisik dan mental, serta kehidupan digital.

“Guru BK dan Satpam harus sesekali berkeliling untuk melakukan inspeksi agar tidak ada letupan kekerasan fisik di sekolah,” tegas Dr. Shodikin. Sebagai tindak lanjut, seluruh sekolah diwajibkan segera membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKS).

Isu sosial kemasyarakatan juga menjadi sorotan tajam dalam sambutan Kadisdik. Beliau memperingatkan bahaya judi online (judol), pinjaman online (pinjol), dan perselingkuhan yang berpotensi menghancurkan kerukunan rumah tangga. Berdasarkan data yang dirilis Wakil Bupati, terdapat peningkatan izin cerai pada bulan September 2026 hingga menembus angka 3.000 kasus per tahun. Kondisi ini mengakibatkan sekitar 6.000 anak terlantar dan menjadi salah satu pemicu utama kenakalan remaja.

Menyambung ketegasan Kadisdik, Kabid SMP Abdullah Taufik dalam pembinaannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen kuat untuk memberikan pembinaan hingga sanksi pemecatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti bersalah dan terlibat dalam judol, pinjol, perselingkuhan, maupun narkoba.

Di samping itu, Kadisdik Lamongan juga mengingatkan pihak sekolah untuk sangat berhati-hati dalam pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) maupun isu pungutan. Dana PIP murni harus dicairkan oleh peserta atau wali murid, dan pihak sekolah dilarang keras melakukan penyelesaian administrasi atau pemotongan di hari yang sama agar tidak memunculkan persepsi negatif di masyarakat.

Pada sesi sosialisasi berikutnya, Korwas Jumaidi, S.Pd., M.Pd., memberikan pemaparan terkait pemanfaatan aplikasi Si Mantap milik Provinsi Jawa Timur serta tata cara sekolah dalam mempelajari Raport Pendidikan guna penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Arkas.

Rakor yang penuh dengan penyampaian kebijakan strategis ini kemudian dilanjutkan dengan sesi internal Ke-MKKS-an yang dipimpin oleh Ketua MKKS, H. Muhammad Munir, S.Pd., M.Pd., membahas kalender pendidikan serta evaluasi kegiatan serta rencana kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen Siswa (LDKSM).

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mudzakir, S.Pd., M.Pd..
Sebanyak 48 Kepala SMP Negeri, mengikuti rakor dengan serius dan penuh kekeluargaan, Sebelum meninggalkan tempat kegiatan, mereka dijamu makan siang oleh tuan rumah

Kontributor: M. Said