Dari Pengelolaan Limbah hingga Budidaya Jamur, Alumni FKM UNAIR Wujudkan Green Hospital Berkelanjutan

Listen to this article

SURABAYA Lintasjatimnews – Dari pengelolaan limbah hingga budidaya jamur, Alumni FKM UNAIR wujudkan Green Hospital Berkelanjutan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Rabu 1/7/26.

Inovasi di bidang kesehatan lingkungan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Hal tersebut dibuktikan oleh Suhariono, SKL., ST., MM., M.KL., alumni Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Saat ini, Suhariono mengemban amanah sebagai Kepala Instalasi Sanitasi Lingkungan sekaligus Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Rumah Sakit di RSUD Dr. Soetomo.

Melalui peran tersebut, ia terus mendorong implementasi konsep Green Hospital melalui berbagai program inovatif yang berfokus pada pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, serta pemanfaatan potensi lingkungan rumah sakit secara berkelanjutan.

Salah satu fokus utama yang dikembangkannya adalah penguatan sistem pengelolaan limbah medis dan domestik yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Berbagai inovasi yang diterapkan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi standar kesehatan lingkungan rumah sakit, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan timbulan limbah dan peningkatan efisiensi operasional. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam transformasi RSUD Dr. Soetomo menuju rumah sakit yang berorientasi pada keberlanjutan.

Tidak berhenti pada pengelolaan limbah, Suhariono juga mengembangkan inovasi pemanfaatan lahan rumah sakit yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan ekonomi sirkular (circular economy), ia menginisiasi budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan baglog yang berasal dari serbuk kayu hasil pemangkasan dan perawatan pohon di lingkungan rumah sakit.

Inovasi ini menjadi contoh bagaimana material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna dan memiliki manfaat ekonomi.

Selain budidaya jamur tiram, Suhariono juga mengembangkan peternakan ayam petelur di lingkungan rumah sakit. Hasil produksi telur dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan karyawan rumah sakit sehingga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan internal institusi.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa konsep Green Hospital tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.

Menurut Suhariono, keberlanjutan harus menjadi bagian dari budaya organisasi rumah sakit. Oleh karena itu, setiap inovasi yang dikembangkan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan operasional, tetapi juga nilai manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Pendekatan tersebut selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.

Atas keberhasilan inovasi tersebut, program budidaya jamur tiram dan peternakan ayam petelur berbasis pemanfaatan sumber daya rumah sakit direncanakan akan diikutsertakan dalam ajang Lomba Inovasi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur pada kategori ”Lingkungan dan Sustainability”.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik bagi rumah sakit lain dalam mengembangkan program keberlanjutan yang berdampak nyata.

Dedikasi Suhariono dalam menghadirkan perubahan juga telah mendapatkan pengakuan melalui berbagai penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional.

Pada tahun 2024, ia berhasil meraih ”Juara I Agen Perubahan Inovatif Provinsi Jawa Timur” dalam ajang Temu Teknis Agen Perubahan.

Sebelumnya, ia juga memperoleh ”Juara I Tenaga Kesehatan Teladan Profesi Tenaga Sanitasi Lingkungan Rumah Sakit tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional (2022)”, ”TSL Teladan Pelopor Pencapaian Strategis HAKLI Nasional (2022)”, serta ”Platinum Kaizen Festival Nasional (2022)”.

Tidak hanya itu, berbagai inovasi yang dikembangkannya turut mengantarkan RSUD Dr. Soetomo meraih penghargaan ”PERSI Award Kategori Green Hospital” secara berturut-turut pada tahun 2023 (Juara III), 2024 (Juara III), dan meningkat menjadi Juara II pada tahun 2025.

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan inovasi yang berdampak terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan sekaligus pelestarian lingkungan.

Di samping menjalankan tugas profesionalnya, Suhariono juga aktif berbagi pengetahuan melalui berbagai kegiatan pelatihan, workshop, dan forum ilmiah.

Ia kerap menjadi narasumber bagi tenaga sanitasi lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagi pengalaman kepada mahasiswa kesehatan lingkungan dan teknik lingkungan mengenai praktik pengelolaan limbah dan penerapan konsep ”Green Hospital”.

Menurutnya, penghargaan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR, yang menekankan pentingnya integrasi antara keilmuan, profesionalisme, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan FKM Universitas Airlangga senantiasa berkomitmen menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan lingkungan.

Kiprah Suhariono menjadi bukti nyata bahwa alumni UNAIR dapat berperan sebagai agen perubahan melalui inovasi yang berkelanjutan, sekaligus menginspirasi berbagai pihak untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan kesehatan dan pelestarian lingkungan.

Reporter: Winarto