JAKARTA lintasjatimnews – Sepuluh tahun bukan sekadar angka bagi segenap insan pers Indonesia. Tahun ini menjadi tonggak sejarah yang membuktikan bahwa perjuangan untuk kebebasan, martabat, dan kehormatan pers tidak bisa dilakukan sendirian – Forum Pers Independent Indonesia (FPII) hadir sebagai benteng yang kokoh bagi setiap pekerja pers yang berani berdiri tegak.
Momentum bersejarah ini bukan hanya pesta perayaan, melainkan titik temu untuk mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan anggota FPII yang tersebar di pelosok tanah air: perjuangan kita belum selesai. Setiap kata yang kita tulis, setiap gambar yang kita abadikan, setiap suara yang kita angkat – semuanya bertumpu pada komitmen untuk menjaga profesionalisme dan integritas yang tak tergoyahkan dalam dunia jurnalistik Indonesia.
“Sepuluh tahun yang lalu, kita mulai dengan semangat yang sama untuk memperjuangkan kebebasan, martabat dan kehormatan pers, menjaga profesionalisme, dan integritas dalam dunia jurnalistik Indonesia,” ujar Ketua Presidium FPII Dra.Kasihhati kepada sejumlah awak media, Jumat (6/2/2026) di Jakarta.
“Setiap langkah yang kita tempuh selama satu dekade ini, ditandai suka duka dan semuanya tidak lepas dari kerja keras, kerja sama, dan dedikasi seluruh pengurus dan anggota FPII yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pers independen.” Ujarnya, seraya mengucapkan apresiasi dan rasa bangganya terhadap loyalitas, dedikasi dan pengabdian jajaran pengurus dan anggota FPII di daerah.
Tokoh Pers Wanita itu, menekankan pentingnya prinsip independensi dan profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Dalam menjalankan profesinya, jajaran pengurus dan anggota harus menjaga independensi dan profesionalisme pers, tetap memposisikan FPII sebagai garda terdepan dalam membela insan pers Indonesia. Kita harus menjadi benteng yang melindungi rekan-rekan se-profesi dari segala bentuk tekanan atau gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik yang objektif dan adil,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Presidium FPII juga mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengikuti perkembangan teknologi dan tren media, serta tetap berperan aktif sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Ke depannya, saya berharap FPII dapat semakin memperkuat jejaring dan kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam negeri maupun internasional. Kita juga harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap relevan dan mampu berkontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa melalui pers yang berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Nasional FPII, Irfan Denny Pontoh, S.Sos mengatakan, dalam momentum HUT FPII yang ke-10 ini, dirinya memandang penting yang perlu dilakukan adalah melakukan penguatan terhadap jaringan media FPII, dengan memberikan perhatian terhadap isu-isu sentral yang terjadi di setiap daerah.
“Kalo selama ini Jaringan media FPII hanya fokus mensuport pemberitaan terkait kegiatan FPII, maka kedepan perlu didorong agar isu-isu sentral daerah juga bisa menjadi release resmi presidium FPII,” ujar Irfan, seraya menambahkan, wadah organisasi profesi pers semakin dinamis, karenanya sudah saatnya kita membuka ruang pengabdian yang lebih luas, agar FPII makin eksis.
Tidak ada ruang untuk kompromi dalam menjaga hak dan martabat insan pers. Evaluasi dan pembenahan organisasi di tingkat Setwil dan Korwil akan terus dilakukan – karena setiap pekerja pers berhak mendapatkan perlindungan yang layak, dan setiap masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar.
(Eric)









