LAMONGAN lintasatimnews – Saat ini umat Islam telah berada di penghujung bulan Syaban. Bulan yang sering disebut sebagai jembatan menuju Ramadhan itu menjadi momentum penting untuk melakukan muhasabah dan persiapan diri.
ebentar lagi, bulan suci Ramadhan akan hadir sebagai tamu agung yang membawa rahmat, ampunan, dan peluang besar untuk meningkatkan ketakwaan. Karena itu, diperlukan bekal dan persiapan yang matang agar Ramadhan tidak berlalu begitu saja tanpa makna.
Pesan tersebut disampaikan oleh KH. Moh. Azhar Ridwan, M.Pd, Mudzir Pesantren Digital At Tanwir Bangil Pasuruan, dalam Pengajian Jumat Pagi (Jumpa) yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Tarjih PCM Babat, Jumat (6/2/2026).
Dalam tausiyahnya, Kyai Ridwan menjelaskan bahwa ada beberapa hal penting yang perlu disiapkan menjelang Ramadhan. Pertama, meluruskan niat. Ramadhan adalah ibadah hati, sehingga niat yang ikhlas menjadi fondasi utama.
Allah Swt berfirman, “Padahal mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5).
Kedua, mempersiapkan fisik dan mental dengan membiasakan ibadah sejak bulan Syaban, seperti puasa sunnah, shalat malam, dan membaca Al-Qur’an. Rasulullah Saw dikenal banyak berpuasa di bulan Syaban sebagai latihan menuju Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga, membersihkan hati dan memperbaiki akhlak, dengan saling memaafkan, menghindari ghibah, serta menjaga lisan dan perbuatan. Keempat, menambah ilmu tentang Ramadhan, agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan syariat dan tidak hanya bersifat rutinitas.
Lebih lanjut, Kyai Ridwan menjelaskan bahwa dalam menyambut Ramadhan, manusia terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, golongan yang menyambut Ramadhan dengan gembira, karena rindu pada ibadah dan pahala. Mereka menyadari bahwa Ramadhan adalah rahmat besar dari Allah, sebagaimana firman-Nya, “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.” (QS. Yunus: 58).
Kedua, golongan yang resah, karena Ramadhan dianggap mengganggu kebiasaan buruk dan gaya hidup yang lalai. Ketiga, golongan yang bersikap biasa saja, yang memandang Ramadhan tidak berbeda dengan bulan lainnya. Padahal Rasulullah Saw bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah.” (HR. Ahmad).
Kyai Ridwan juga mengingatkan bahwa saat Ramadhan datang, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, dan pintu-pintu surga dibuka lebar. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, umat Islam didorong untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh demi meraih pahala maksimal.
Pada bagian akhir, Kyai Ridwan menegaskan pentingnya berharap syafaat Rasulullah Saw. Syafaat Nabi diberikan kepada umat yang menjaga iman, shalat, dan ketaatan kepada Allah. Dengan Ramadhan yang dijalani secara sungguh-sungguh, seorang Muslim berharap kelak termasuk golongan yang memperoleh syafaat Rasulullah dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.
Ramadhan adalah kesempatan yang mungkin tidak terulang. Maka, bekal terbaik adalah kesiapan iman, ilmu, dan amal.
Reporter Fathurrahim Syuhadi








