LAMONGAN lintasjatimnews – Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 14 Pambon kecamatan Brondong berlangsung dengan cara yang bermakna dan inspiratif. Melalui tugas menulis dan mempresentasikan cerita nonfiksi, para siswa diajak untuk merajut fakta kehidupan sehari-hari menjadi tulisan yang bernilai edukatif. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kejujuran, dan kepekaan sosial peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menuliskan cerita berdasarkan peristiwa nyata yang mereka lihat, dengar, dan rasakan di lingkungan sekitar. Cerita-cerita itu kemudian dipresentasikan di depan kelas sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Suasana kelas yang sederhana berubah menjadi ruang belajar yang hidup, tempat siswa belajar mengungkapkan gagasan dengan bahasa mereka sendiri.
Guru pembimbing Maftuhah, M.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran cerita nonfiksi memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa.
“Melalui cerita nonfiksi, anak-anak belajar menulis berdasarkan fakta dan kejujuran. Mereka tidak hanya belajar menyusun kalimat, tetapi juga belajar berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, dan berani menyampaikan apa yang mereka ketahui,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang sabar dan apresiatif. Setiap koreksi diberikan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai kesalahan yang harus ditakuti.
“Menulis itu proses. Anak-anak perlu ruang aman untuk mencoba, salah, lalu memperbaiki. Dari situlah kepercayaan diri mereka tumbuh,” imbuhnya.
Kepala MIM 14 Pambon Brondong Muhaiminah, S.Ag., mengapresiasi kegiatan literasi tersebut sebagai bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan budaya belajar yang aktif dan menyenangkan.
“Kami ingin madrasah menjadi tempat tumbuhnya mimpi anak-anak. Kegiatan seperti ini memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan menyuarakan pengalaman mereka,” tuturnya.
Menurutnya, literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun karakter.
“Ketika anak belajar menyampaikan fakta tanpa mengada-ada, mendengar pendapat teman, dan menghargai perbedaan, di situlah pendidikan karakter benar-benar berlangsung,” jelasnya.
Presentasi cerita nonfiksi ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas VI MIM 14 Pambon. Meski sederhana, tugas tersebut meninggalkan makna mendalam.
Melalui kata-kata yang mereka susun, para siswa belajar bahwa fakta dapat menjadi kisah yang bermakna, dan keberanian berbicara adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih percaya diri.
Reporter: Fathurrahim Syuhadi








