Upacara Penarikan BBK 7: Mahasiswa UNAIR Resmi Akhiri Masa Pengabdian di Mulyorejo

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Setelah 25 hari mengabdi dan berbaur dengan masyarakat, masa tugas mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Periode ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) di Kecamatan Mulyorejo resmi berakhir. Upacara penarikan mahasiswa digelar khidmat di Pendopo Kecamatan Mulyorejo pada Senin (2/2/2026).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Airlangga, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat video kompilasi kegiatan dari enam kelurahan diputar, menampilkan rekam jejak kontribusi mahasiswa selama hampir satu bulan penuh.

Komitmen UNAIR untuk Mulyorejo Koordinator BBK Wilayah Kota Surabaya, Dra. Tania Ardiani Saleh, MS, PA(K)., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak kecamatan. Ia menyoroti keunikan Kecamatan Mulyorejo yang memiliki demografi kontras, yakni perpaduan antara kawasan elit dan wilayah yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan.

“Kondisi ini menjadi poin strategis bagi pengadaan BBK di Mulyorejo. Terima kasih atas sinergi yang luar biasa selama 25 hari ini,” ujar Tania.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sri Musta’ina, Dra., M. Kes., mengenang kembali momen awal penerjunan mahasiswa ke daerah ini.

“Tidak terasa, dari 6 Januari lalu sampai 2 Februari hari ini, adik-adik telah menuntaskan tugasnya. Saya masih ingat saat pertama kali datang, kalian bingung harus mulai dari mana. Namun, hari ini kalian membuktikan komitmen UNAIR untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, meskipun tidak ada yang sempurna,” tuturnya.

Sebagai simbolis laporan hasil kerja, dilakukan penyerahan booklet berisi program unggulan dari masing-masing kelompok kelurahan serta plakat penghargaan kepada pihak kecamatan.

Camat Mulyorejo, Arif Rusman, S.T., M.M., yang hadir menutup acara, menegaskan bahwa meski UNAIR dan Kecamatan Mulyorejo kerap berkolaborasi, ini adalah kali pertama program BBK dilaksanakan secara terstruktur di wilayahnya.

Dalam arahannya, Arif menekankan satu isu krusial yang perlu menjadi perhatian bersama: Sampah. Ia memaparkan data bahwa Kota Surabaya menghasilkan 1.800 ton sampah per hari, di mana 70 persen di antaranya adalah sampah organik.

“Inilah tantangan kita. Warga perlu terus diedukasi agar mampu mengolah sampah organik secara mandiri. Saya berharap, jika ada BBK lagi di sini, program kerjanya bisa difokuskan pada pengolahan sampah berkelanjutan,” tegas Arif.

Ia juga mengapresiasi konsep BBK yang dinilai spesial karena mahasiswa turun langsung mengurai permasalahan komunitas. “Semoga ilmu yang didapatkan dari masyarakat Mulyorejo selama 25 hari ini bermanfaat bagi studi dan masa depan adik-adik mahasiswa,” pungkasnya.

Acara penarikan ditutup dengan kunjungan Camat beserta jajaran ke stand pameran (booth) yang menampilkan produk inovasi mahasiswa dari setiap kelurahan.

Reporter: Winarto