Demo Masak Dimsum Khas Surabaya, Aisyiyah Perkuat dan Berdayakan UMKM ‘Aisyiyah

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews- Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya, dalam acara rutin rapat periodik menggelar kegiatan demonstrasi masak bertema “Dimsum Khas Surabaya”, Ahad 14/12, bertempat di SD Muhammadiyah 28 Surabaya.

kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Aisyiyah dalam meningkatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya di bidang makanan dan minuman, serta memberdayakan kader untuk membuka peluang usaha yang diminati masyarakat.

Sebanyak 25 perwakilan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Cabang Aisyiyah se kota Surabaya antusias mengikuti Pelatihan wirausaha ini, acara berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme. Mereka adalah para kader terpilih yang siap menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dan komunitas.

Ketua MEK PDA Surabaya, Any Faridah, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi produk bagi UMKM Aisyiyah. “Kegiatan rapat periodik kali ini sengaja kami kemas dalam bentuk pelatihan praktis” ujarnya.

“Dimsum adalah produk yang sedang naik daun dan sangat diterima pasar. Kami ingin kader Aisyiyah tidak hanya mahir mengurus rumah tangga, tetapi juga handal dalam mengelola bisnis,” pungkasnya dengan semangat.

Sesi praktik dipandu langsung oleh Nyimas Findy, seorang praktisi kuliner dan wirausaha mamin, yang mengajarkan teknik membuat adonan, isian, dan saus dimsum yang disesuaikan dengan cita rasa lidah masyarakat Surabaya.

Nyimas Findy menyampaikan optimismenya terhadap potensi bisnis Dimsum di kalangan kader Aisyiyah. Nyimas menekankan tiga keunggulan produk ini, salah satunya kemudahannya dikemas sebagai frozen food.
“Saya sangat terkesan dengan semangat belajar Ibu-ibu. Dimsum sangat ideal dijadikan produk beku (frozen food) karena memungkinkan penjualan dengan sistem pre-order dan jangkauan distribusi yang lebih luas, tanpa perlu toko fisik,” jelas nyumas Findy.

Nyimas Findy berpesan agar kader Aisyiyah yang sudah mendapatkan ilmu segera bertindak. “Kunci suksesnya ada dua, konsistensi rasa dan kebersihan (higienitas). Karena kita membawa nama baik Aisyiyah, pastikan produk kita tidak hanya lezat, tapi juga terjamin kualitas dan kehalalannya,” tegasnya.

Seluruh peserta dari 25 cabang tampak bergembira dan aktif berinteraksi. Mereka mencatat setiap detail langkah, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengemasan yang higienis.

Salah satu peserta dari PCA Rungkut, Ika mengungkapkan rasa senangnya, “Tidak sia-sia hadir dalam rapat periodik kali ini. Kami mendapat ilmu yang sangat bermanfaat dan aplikatif. Resepnya mudah diikuti dan rasanya luar biasa. Saya berencana segera mencoba menjual ini secara daring,” kata Ika optimis.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Aisyiyah Surabaya untuk menjadikan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan sebagai wadah efektif bagi pengembangan kapasitas wirausaha kader, sekaligus kontributor aktif dalam penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Pahlawan.

Reporter : Heni