LAMONGAN lintasjatimnews – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Lamongan menggelar kegiatan pengukuhan kader pendamping Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) Fatayat NU. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pascasarjana Universitas Islam Lamongan (UNISLA) dan menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen organisasi terhadap perlindungan perempuan dan anak di tingkat akar rumput.
Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan intensif yang telah dilaksanakan pada [17-18/4/2026] di Aula PC Fatayat NU Lamongan. Dalam pelatihan tersebut, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk teknik komunikasi empatik, penanganan awal korban, serta mekanisme rujukan layanan lanjutan.
Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Mashlahatul Ummah, dalam sambutannya menegaskan peran strategis kader pendamping sebagai garda terdepan dalam penanganan kasus di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC). Ia menyampaikan bahwa kader pendamping tidak hanya berfungsi sebagai penerima laporan, tetapi juga sebagai vocal point yang mampu melakukan respons cepat (fast response) serta skrining awal untuk deteksi dini kasus kekerasan.
“Kader pendamping ini akan menjadi ujung tombak di wilayah masing-masing. Mereka harus mampu melakukan identifikasi awal, memberikan pendampingan dasar, serta memastikan kasus ditangani secara tepat dan berkelanjutan,” tegas mantan Komisioner KPUD Lamongan ini
Lebih lanjut, Dewi juga menekankan pentingnya sinergi antara kader dengan berbagai pihak, termasuk lembaga layanan, aparat, dan masyarakat, guna menciptakan sistem perlindungan yang komprehensif dan responsif.
Sebagai bagian dari inovasi layanan, Fatayat NU Lamongan juga memperkenalkan platform pengaduan berbasis digital bernama SAFCARE (Sahabat Fatayat Peduli). Layanan ini tersedia melalui website resmi Fatayat NU dan menyediakan ruang aduan yang dapat diakses masyarakat secara mudah dan aman. Setiap laporan yang masuk akan langsung terhubung dengan admin untuk ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.
Kehadiran SAFCARE diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan perlindungan, sekaligus menjadi sarana pelaporan yang ramah korban, terutama bagi mereka yang mengalami hambatan dalam mengakses layanan secara langsung.
Peringatan Harlah ke-76 ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga momentum penguatan peran Fatayat NU sebagai organisasi perempuan yang responsif terhadap isu-isu sosial, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak. Dengan dikukuhkannya kader pendamping LKP3A Fatayat NU, PC Fatayat NU Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus hadir, bergerak, dan memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.
“PC Fatayat NU Lamongan berkomitmen untuk terus hadir, bergerak, dan memberikan solusi nyata di tengah masyarakat,” pungkas aktifis perempuan Lamongan ini
Reporter Fathurrahim Syuhadi









