Pilihlah Jalan yang Mendekatkanmu kepada Allah : di Sana Letak Kebahagiaan Sejati

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Hidup adalah rangkaian pilihan yang harus kita ambil setiap hari. Setiap keputusan—kecil maupun besar—akan menentukan arah hidup dan akhir perjalanan kita.

Dalam perjalanan itu, ada jalan yang mudah namun menjauhkan dari Allah, dan ada pula jalan yang lebih berat tetapi mengantarkan hati menuju ketenangan. Bila tujuan hidup kita adalah kebahagiaan sejati, maka memilih jalan yang mendekatkan diri kepada Allah adalah pilihan paling bijaksana.

Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa ketenangan hanya datang dari-Nya. “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ayat ini menjadi penegas bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kelapangan harta, keberlimpahan fasilitas, atau kenyamanan dunia, tetapi pada kedekatan seorang hamba dengan Rabb-Nya. Sebab hati manusia diciptakan oleh Allah, dan dia tidak akan tenang kecuali kembali kepada-Nya.

Nabi Muhammad Saw juga mengingatkan bahwa memilih jalan kebaikan memang tidak selalu mudah. Dalam sebuah hadis beliau bersabda, “Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka dikelilingi oleh hal-hal yang disukai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini berarti, jalan yang benar sering kali menuntut kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan. Namun justru di situlah letak nilai seorang mukmin—keteguhan memilih yang berat karena mengharap ridha Allah.

Para ulama sejak dahulu menekankan pentingnya berani memilih jalan yang benar meski tampak sulit di mata manusia.

Imam Ibnul Qayyim berkata, “Sesungguhnya dalam perjuangan melawan hawa nafsu, terdapat kebahagiaan yang tidak dirasakan kecuali oleh mereka yang tulus mengharap pertolongan Allah.” Pendapat ini menunjukkan bahwa rasa berat di awal hanyalah pintu menuju kelapangan jiwa yang lebih besar.

Syaikh Ibn Atha’illah dalam Al-Hikam juga menulis, “Janganlah engkau melihat pada kerasnya jalan, tetapi lihatlah kepada siapa engkau berjalan.” Bila seseorang memahami bahwa ia sedang melangkah menuju Allah, maka segala kesulitan menjadi ringan dan segala pilihan berat menjadi sumber kekuatan.

Dalam kehidupan sehari-hari, pilihan yang mendekatkan kita kepada Allah bisa berupa hal-hal sederhana. Memilih jujur meskipun merugikan secara duniawi, bersabar ketika diuji, menahan amarah, bersedekah saat harta terbatas, atau tetap menegakkan salat meski tubuh lelah. Pilihan-pilihan kecil inilah yang membentuk karakter dan menentukan kualitas hati kita.

Dan benar apa yang Allah janjikan: siapa yang memilih jalan-Nya, Dia akan memberikan pertolongan, ketenangan, dan kebahagiaan yang tidak tergoyahkan oleh keadaan. “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Thalaq: 2–3).

Maka ketika hidup menawarkan banyak persimpangan, tanyakan pada diri kita: pilihan ini membawa kita mendekat atau menjauh dari Allah?

Bila jawabannya mendekat, maka meski berat, itulah jalan yang harus ditempuh. Sebab ketenangan hati tidak dijumpai di jalan yang mudah, tetapi di jalan yang benar.

Pada akhirnya, hidup adalah pilihan. Dan sebaik-baik pilihan adalah yang menuntun hati menuju Rabb-nya—tempat segala kebahagiaan hakiki bermuara.

Penulis Fathurrahim Syuhadi