Seribuan Pelayat Antar Pendekar Besar Tapak Suci, K.H. Ahmad Kasuwi Thorif ke Peristirahatan Terakhir

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Suasana duka menyelimuti warga Muhammadiyah Lamongan pada Rabu (19/11/2025). Ribuan pelayat memadati kediaman almarhum K.H. Ahmad Kasuwi Thorif di Desa Godog, Kecamatan Laren, Lamongan, setelah kabar wafatnya tokoh besar Muhammadiyah dan Pendekar Besar Tapak Suci Muhammadiyah itu menyebar luas sejak Selasa malam.

Kabar duka tersebut pertama kali muncul di berbagai grup WhatsApp Muhammadiyah sekitar pukul 22.10 WIB, mengejutkan banyak pihak. Unggahan foto dan ucapan belasungkawa segera membanjiri lini masa. Banyak yang tak percaya sosok pendekar yang selama ini dikenal sehat, energik, dan penuh semangat itu telah berpulang di usia 72 tahun.

Ketua PD Muhammadiyah Lamongan, Drs. K.H. Shodikin, M.Pd. dalam sambutannya mengunhkapkan bahwa Almarhum dikenal sebagai kyai yang tawadhu’, berilmu dalam, sekaligus pimpinan Muhammadiyah yang tegas namun menyejukkan. Ketokohannya di Lamongan terbangun melalui dedikasinya membina umat, memperkuat syiar organisasi, serta mendorong kaderisasi generasi muda.

Mewakili keluarga, Shodikin, yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Lamogan, menyampaikan permohonana pemohonan atas khilaf dan salah almarhum baik yang disangaja aupun yang tidak senagaja. Beliau juga menyamaiakn ungkapn terima kasih atas luang waktu untuk memberikan penghormatan terkahir pada almarhum.

Sebagai ketua PD Muhammadiyah Lamongan, beliau berpesan kepada para kader Muhannadiyah uatamanya anggota Tapak Suci hendaknya bisa meneladani kepemimpinan, kependekaran, dan keulamaan almarhum. Sekaligus juga harus siap meneruskan perjuangan almarhum.

Sebagai pendekar besar Tapak Suci Muhammadiyah, beliau bukan hanya ahli dalam pencak silat, tetapi juga pembina yang menanamkan disiplin, keberanian, serta nilai ketauhidan kepada para muridnya. “Tapak Suci bukan sekadar bela diri, tetapi jalan membangun akhlak,” begitu prinsip yang kerap beliau tekankan.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 13-15 November 20205 alamrhum sebagai sebagai Wakil Ketua PD Muhammadiyah Lamongan yang membidangi LPCRPM mendampingi kontingen Ranting Sendangharjo Brondong, Ranting Patihan Babat, PCM Brondong, serta PCM Babat dan PRM Godog sebagai peserta kompetisi CRM Award VI di Banjarmasin.

Wakil Ketua PD M Lamongan, Fathurrahim Syuhadi, juga tak menyangka kepergian almarhum begitu cepat. Hanya beberapa hari sebelumnya, mereka bersama mengikuti kegiatan LPCRPM (Lembaga Pengembangan Cabang-Ranting dan Pembinaan Masjid) Muhammadiyah di Banjarmasin. Beliau sangat aktif. Energinya luar biasa, tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit, ungkapnya.

Menurut Fathurrahim, almarhum merupakan sosok yang disegani baik oleh penguasa, para ulama, maupun pendekar Tapak Suci dari berbagai daerah.

Bagi warga Lamongan, khususnya Muhammadiyah dan Tapak Suci, kepergian almarhum adalah kehilangan besar. Banyak warga mengenang almarhum sebagai tokoh yang sederhana, ramah, dan mudah bergaul.

Jejak pengabdian dan keteladanan almarhum diyakini akan terus hidup dalam hati masyarakat serta para murid yang
pernah beliau bimbing.

Diiringi ribuan pelayat, jenazah almarhum dimakamkan di pemakaman desa setempat dengan penuh kehormatan. Doa mengalir dari berbagai kalangan agar amal baiknya diterima Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selamat jalan, K.H. Ahmad Kasuwi Thorif—pendekar besar yang memadukan ketegasan seorang ahli bela diri dengan kelembutan akhlak seorang alim. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan memberikan tempat terbaik untuk beliau. Aamiin.

Kontributor: M. Said