LAMONGAN LintasJatimNews — Suasana khidmat Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMP Negeri 1 Pucuk mendadak berubah penuh haru, Rabu (28/10/2026). Di hadapan 700 peserta upacara, Kepala SMPN 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., tidak hanya memberikan amanat yang membakar semangat para siswa, tetapi juga menjadikan momen tersebut sebagai panggung pamit menjelang masa pensiunnya pada 1 November mendatang.
Upacara yang berlangsung tertib dan megah dengan iringan Korps Musik (Korsik) kebanggaan SMPN 1 Pucuk ini, diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Muhammad Said mengawali amanatnya dengan membedah tema nasional Sumpah Pemuda tahun ini: “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Ia memberikan reinterpretasi yang relevan bagi Generasi Z dan Alpha, menekankan bahwa perjuangan pemuda masa kini bukan lagi mengangkat bambu runcing, melainkan karya nyata dan etika di era digital.
“Patriotik di zaman now itu sederhana. Tidak ikut-ikutan menyebarkan hoaks, mencintai budaya dan produk lokal, serta menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas SMPN 1 Pucuk,” tegas Said dalam amanatnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti mentalitas siswa dalam menghadapi tantangan belajar. Dengan gaya bahasa yang dekat dengan keseharian remaja, ia memotivasi siswanya agar tidak mudah menyerah atau menjadi “kaum rebahan”.
“Kalian boleh lelah, kalian boleh healing sejenak. Tapi kalau kalian bisa grinding dan pantang menyerah saat main game demi naik rank, kalian juga harus punya semangat juang yang sama untuk mengejar cita-cita di dunia nyata,” pesannya yang disambut antusias para siswa.
Terkait poin empati, Said memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah. “Bapak tegaskan, tidak boleh ada bullying di SMP Negeri 1 Pucuk! Baik fisik, verbal, maupun cyberbullying. Orang yang berempati tidak akan merendahkan orang lain untuk terlihat tinggi. Jadilah pemuda yang tidak cuma sibuk mengejar FYP atau viral karena sensasi, tapi viral karena prestasi,” imbuhnya.
Momen Perpisahan, Buket Bunga, dan Lagu Selamat Jalan
Di penghujung amanatnya, nada suara sang Kepala Sekolah mulai bergetar. Menjelang purnatugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada akhir bulan ini, ia menyampaikan ungkapan pamit yang menyayat hati seluruh keluarga besar sekolah.
“Hari ini adalah hari yang paling berat bagi saya. Saya harus pamit, harus mengundurkan diri dari tempat yang telah menjadi rumah kedua saya,” ucap Said di hadapan para peserta upacara yang mulai menitikkan air mata.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru dan tenaga kependidikan yang menjadi pilar penopang sekolah, serta pesan menyentuh untuk para muridnya. “Anak-anakku, murid-murid tersayang, kalianlah alasan saya bangun pagi setiap hari, menyusuri jalan menuju gedung megah ini. Senyum dan tawa kalian adalah obat lelah saya, prestasi kalian adalah kebanggaan terbesar saya,” ungkapnya haru.
“Saya pergi dengan hati yang penuh syukur atas kenangan indah ini. Di mana pun saya berada, sekolah ini tetap rumah saya. Teruslah berjuang, teruslah berkarya, jadikan sekolah ini yang terbaik di negeri ini. Saya pamit undur diri,” pungkas Said.
Menanggapi momen emosional tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, Ibu Manis, S.Pd., M.Pd., tampil mewakili jajaran dewan guru dan tenaga kependidikan untuk menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam sekaligus permohonan maaf selama membersamai beliau. Suasana di lapangan upacara semakin syahdu dan menguras air mata tatkala ungkapan tersebut diiringi alunan lagu perpisahan dan selamat jalan yang menggema di seluruh penjuru sekolah.
Sebagai bentuk cinta dan penghormatan terakhir, perwakilan siswa maju ke tengah lapangan untuk memberikan ucapan terima kasih secara langsung. Momen tersebut ditutup dengan penyerahan sebuah buket bunga yang indah kepada Muhammad Said, sang kepala sekolah yang selama ini telah mengayomi dan menjadi figur ayah bagi mereka.
Upacara Sumpah Pemuda hari itu pun menjadi memori yang tak terlupakan, ditutup dengan penghormatan dan rasa terima kasih yang mendalam dari seluruh civitas akademika SMP Negeri 1 Pucuk kepada sosok pemimpin yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemajuan pendidikan di sekolah tersebut.
Kontributor: M. Said









