Guru SMA Muhammadiyah Lamongan Perkuat Kompetensi lewat “Deep Learning” dan Kordinasi MGMP

Listen to this article

LAMONGAN LintasJatimNews – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Persyarikatan, para guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan gabungan Upgrading Deep Learning dan Koordinasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Forum Silaturrahim Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMA Muhammadiyah Lamongan.

Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Rabu (23/09/2026) bertempat di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah PD Muhammadiyah Lamongan.

Hadir dan memberikan sambutan dalam acara ini, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) PD Muhammadiyah Lamongan, Muhammad Said, S.Pd, M.Pd. Dalam sabutannya, Said menekankan pentingnya komitmen para guru dalam melakukan transformasi pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

“Kehadiran kita hari ini adalah wujud ikhtiar nyata untuk terus memajukan kualitas pendidikan Muhammadiyah,” tegas Said di hadapan para pendidik.

Lebih lanjut, beliau menguraikan konsep deep learning yang sesungguhnya, yang menuntut guru tidak sekadar mentransfer pengetahuan secara dangkal. “Sebaliknya, guru Muhammadiyah harus mampu menuntun siswa memahami konsep secara mendalam, kritis, dan berorientasi pada pemecahan masalah,” paparnya.

Said juga berpesan agar para guru memegang teguh tiga pilar utama dalam menjalankan amanah mereka, yaitu Spirit, Growth, & Action. “Pilar pertama, niatkan proses mengajar dan penyusunan perangkat ajar ini sebagai ibadah untuk mencetak kader bangsa yang berakhlak mulia. Etos kerja kita harus mencerminkan nilai Ihsan—selalu berbuat yang terbaik dan profesional,” jelasnya.

Pilar kedua, Growth (Pertumbuhan Kompetensi & Pembelajaran Berkelanjutan), menekankan guru Muhammadiyah tidak boleh berhenti belajar, terutama menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat. “Ini adalah jalan menuju kemuliaan derajat, baik di mata manusia maupun di hadapan Allah SWT,” ujar Said.

Adapun pilar ketiga, Action (Kerja Nyata & Hasil Konkret), menuntut guru untuk tidak berhenti pada tataran draft atau presentasi semata. Said berharap kegiatan upgrading dan koordinasi MGMP Foskam SMA ini memiliki keberlanjutan berupa Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang benar-benar diterapkan di sekolah masing-masing.

“Harapan saya, lewat pelatihan ini para guru Muhammadiyah mampu menciptakan ruang kelas yang interaktif, menantang bernalar kritis, serta mengaitkan materi dengan nilai-nilai keislaman dan kehidupan nyata,” ungkap Said.

Said juga menekankan pentingnya penguatan karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang tidak terpisahkan dari keahlian teknis (hard skills), serta kesiapan menghadapi evaluasi. Beliau berharap lewat wadah MGMP Foskam SMA, para guru dapat saling bersinergi melakukan penyelarasan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) serta penyusunan naskah soal dengan standar mutu yang unggul.

“Kolaborasi antar-sekolah adalah kunci kemajuan bersama. Mari kita wujudkan visi sekolah Muhammadiyah, melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berkemajuan, sejalan dengan tagline Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur, yaitu ‘Sekolah Muhammadiyah: Unggul, Berkemajuan, dan Berkarakter’,” pungkas Said dalam sambutannya

Sebanyak sebelas kepala sekolah dan 54 Guru SMA Muhamadiyah Sekabupaten Lamongan mengikuti kegiatan dengan serius. Mereka kembali ke satuan pendidikan masing-masing untuk membawa ilmu Deep Learning lebih mendalam dan siap mengimlemntasikan di kelas dan/atau laboratorium masing-masing.

Kontributor: M. Said