Demo Mahasiswa dan Buruh Tolak UU Cipta Kerja di Kota Malang Berakhir Ricuh

Listen to this article

MALANG (lintasjatimnews.com) – Mahasiswa dan Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) se-Kota Malang melaksanakan demo pada hari Kamis (08/10/2020).

Sekitar mahasiswa dari 28 kampus baik Negeri maupun Swasta ikut andil dalam demo menolak UU Cipta Kerja. Beberapa organisasi mahasiswa ikut dalam demo antara lain HMI dan GMNI.

Demo dilaksanakan di depan Gedung DPRD Kota Malang yang sebelumnya massa berkumpul di Stadion Gajayana kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kota Malang pukul 08:30 WIB.

Awalnya demo dilaksanakan secara tertib, namun sekitar pada pukul 10:30,  massa membakar ban di depan Gedung. Tidak hanya itu, massa melempari batu dan bom molotov serta memaksa masuk ke dalam Gedung DPRD Kota Malang.

Polisi kemudian melakukan mediasi dan massa akhirnya tenang, “mungkin jika perwakilan mahasiswa diperkenankan masuk untuk menemui wakil rakyat, hasilnya tidak akan seperti ini” ucap willy selaku mahaiswa yang ikut dalam demo. Namun tidak selang beberapa lama kericuhan kedua muncul sekitar pukul 14:00.

Kericuhan ini merupakan puncak dan polisi mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata serta mulai melakukan penyisiran dan penangkapan. Beberapa massa yang dianggap provokator diamankan ke Polres Kota Malang.

Tidak ada korban jiwa namun banyak fasilitas rusak, seperti trotoar, penanda jalan, taman tugu serta terdapat mobil dan sepeda motor yang dibakar oleh massa. [Haris]

Tinggalkan Balasan