KKN ITS 2020 Berdayakan Kelompok Tani Mekarsari

Dengarkan beritanya .

TRENGGALEK (lintasjatimnews.com) – Sebanyak 11 anggota Kelompok Tani Mekar Sari, Desa Tumpuk, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, mendapatkan sosialisasi dari Tim dosen dan 12 mahasiswa KKN ITS, Sabtu (10/9/2020) pukul 10.00 sampai dengan 16.00 Wib.

Pada kegiatan tersebut dilakukan uji coba alat parut kelapa yang langsung dihubungkan dengan alat peras santan. Supaya lebih efisien, higienis dan meningkatkan  kuantitas produksi VCO ( Virgin Coconut Oil ). 

Ketua Tim, Dra.Harmami,MS, menjelaskan, kegiatan itu sudah diawali pada bulan Juni lalu dengan melihat cara pembuatan VCO.

“Kami mengambil sampel produk yang dihasilkan untuk dianalisa di laboratorium Instrumentasi dan Sains Analitik (LAB. ISA) Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analisa Data ITS. Kemudian pada bulan Agustus dilakukan sosialisasi secara daring oleh Tim tentang cara-cara pembuatan VCO yang lebih efisien, ekonomis dan higienis serta praktis dilakukan di pedesaan,” jelasnya.

Rencananya, aksi ini masih akan berlanjut untuk pelatihan cara pengemasan produk dan cara pemasaran pada bulan Oktober mendatang.

Tentunya selain meningkatkan kuantitas produksi, tujuan pengabdian pada masyarakat ini juga membantu ibu-ibu  meningkatkan kualitas produk yang memenuhi Standar Industri Nasional   maupun internasional.

“Pemberdayaan ini dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial. Dampak dari kegiatan ini diharapkan dapat memperbanyak jumlah kelompok ibu-ibu di desa sekitar untuk memproduksi VCO dan dapat meningkatkan ekonomi rakyat pedesaan,” tuturnya.

Kelompok tersebut pernah memproduksi VCO lebih dari 100 liter per harinya. Produk ini sudah memiliki P-IRT dan  dijalankan hanya berdasarkan pada permintaan atau pemesanan, sehingga jika tidak ada permintaan produksinya tidak jalan. 

“Masih terdapat beberapa permasalahan utama  dalam proses pengolahan dan penjualan kelapa menjadi VCO. Antara lain pemerasan dari kelapa parut menjadi santan masih dilakukan secara manual atau menggunakan tangan. Jadi diperlukan waktu yang lama dan tenaga yang banyak,” ungkapnya.

Lalu, tuntas  Harmami, Mereka belum pernah melakukan uji kualitas VCO. Akibatnya, kualitasnya masih jauh dari standart yang sudah ditetapkan. Ditambah dengan kemasan yang kurang dan kurang menarik bagi konsumen (Anil)

Tinggalkan Balasan