Lumbung Pangan, Wujudkan Kemerdekaan Pangan

Listen to this article

SUKABUMI (lintasjatimnews.com) – menjadi sentra kedaulatan pangan di seluruh dunia. Sebagai upaya membantu pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan di negeri ini, Dompet Dhuafa melalui Social Trust Fund (STF) bersama OK Oce dan Pondok Pesantren Alam (PPA) Al Muhtadin Sukabumi menginisiasi lumbung ketahanan pangan di Desa Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin, (17/8/2020).

“Ini merupakan upaya Dompet Dhuafa untuk menjaga kestabilan pangan di Indonesia, khususnya wilayah Ciracap. Kami mengembangkan ketahanan program pangan berbasis Pesantren. Tujuannya adalah bagaimana Pesantren, warga dan tokoh masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun ketahanan pangan. Setidaknya dimulai dari keluarga sendiri, kemudian berkembang skala Desa, Kecamatan, Kabupaten dan nanti diharapkan akan dapat berlangsung hingga ke skala nasional,” ucap Guntur Subagja, selaku Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise.

Lumbung ketahanan pangan menjadi salah satu program mengantisipasi kekurangan persediaan masyarakat yang terdampak Covid-19. Program tersebut diinisiasi dengan asas gotong-royong dan berbagi. Hal tersebut sesuai dengan tujuan Dompet Dhuafa dalam mewujudkan kolaborasi kemitraan yang luas untuk tujuan kemaslahatan. Kondisi tersebut menjadi dasar munculnya gagasan Program Lumbung ketahanan pangan Desa, sebagai upaya mengembalikan Desa kepada asalnya, yakni Desa sebagai sumber pangan Indonesia.

Program lumbung ketahanan pangan sudah dimulai dari skala keluarga yang telah berjalan sejak pandemi berlangsung awal tahun ini. Kemudian Dompet Dhuafa mulai menjajaki skala desa, setelahnya skala kecamatan, kabupaten dan mudah-mudahan akan terwujud kemerdekaan pangan nasional. Tanpa ketersediaan pangan yang cukup, keberlangsungan umat manusia berada di ujung kepunahan. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Dompet Dhuafa dalam menjaga ketahanan pangan, melestarikan sumber pangan yang sehat dan tentunya memberdayakan petani lokal dalam negeri.

“Dompet Dhuafa sebagai agregator kebaikan, berupaya agar momentum tersebut bukan hanya ketahanan pangan saja yang akan terwujud. Melainkan juga terwujudnya kemerdekaan pangan dan kemandirian ekonomi rakyat Indonesia, menjadi masyarakat berdikari, maju, adil dan makmur, serta tujuan kami khususnya menciptakan masyarakat Indonesia madani,” ucap Nasyith Majidi, selaku Ketua Yayasan DDR.

Melihat Dompet Dhuafa yang begitu peduli mewujudkan kedaulatan pangan bagi negeri, seharusnya menjadi sumber rujukan pemerintah dan semakin dikembangkan agar kesejahteraan masyarakat dan pertanian di Indonesia semakin berdaya. Lumbung ketahanan pangan melibatkan semua elemen masyarakat untuk memberikan derma kepada masyarakat prasejahtera di era kenormalan baru ini, yang belum juga memasuki tahap pemulihan ekonomi.(Fatzry)

Tinggalkan Balasan