Imbas Penjualan Hewan Kurban Dimasa Pandemi Covid-19 Di Surabaya

Listen to this article

SURABAYA (lintasjatimnews.com)  – Dimasa pandemi Covid-19 ini dan menjelang Idul Adha 1441 Hijriah, pedagang hewan kurban di Surabaya mengaku penjualannya menurun akibat pandemi virus Covid-19.

Salah satu penjual yang melapak di sekitaran Jalan Karang asem Kecamatan Tambaksari Surabaya. Bapak Fandi yang asli dari Madura Camplong mengatakan, jika tahun sebelumnya dagangannya biasanya sudah hampir laku. Namun kini, yang terjual masih baru separuhnya, Rabu (22/7/2020).

Bahkan bukan punya Pak Fandi saja yang mengalaminya, dari daerah lain juga ikut dampaknya seperti lapak disebelahnya yang dari Madura Sumenep dan Lumajang.

Dari sekitaran ratusan ekor sapi dan kambing  yang laku mayoritas pembelinya adalah masjid dan perorangan saja, sementara sekolah dan intansi lain masih belum, mungkin masih libur.

Menurut Fandi momentum jelang Hari Raya Kurban biasanya penjualan hewan kurban meroket tinggi. Namun di tengah wabah Covid-19 ini harga hewan kurban tersebut relatif stabil bahkan harga bengambilannya sedikit meningkat, apalagi banyak informasi kalau masa pandemi ini harga hewan kurban akan anjlok malah dalam pengambilannya sedikit meningkat.

Hewan kurban yang dijual belikan pedagang sekarang harga jualnya sekitar 14 juta sampai 30 juta, lain seperti tahun kemaren karena para pedangan tidak berani membawa hewan yang lebih mahal seperti tahun kemaren karena takut gak laku dan merugi.

Fandi juga mengeluhkan harga sewa lapak cukup tinggi, perlapak harga sewanya sekitar 7 juta belum listriknya, di masa pandemi sekarang, Fandi memastikan hewan kurban yang didatangkan dari berbagai daerah ini sudah melewati uji kesehatan, meski diakui pembeli menurun, namun Fandi meyakini mudah-mudahan hewannya akan banyak terjual satu minggu sebelum Hari Raya Kurban.(najib).

Tinggalkan Balasan