Serah terima secara simbolik Sumur bor tenaga surya dari Direktur PENS kepada Ponpes Nurul Jadid

Listen to this article

SAMPANG lintasjatimnews.com – Departemen Teknik Mekanika Energi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), hari ini (22/12) menyerahkan Sumur Bor Tenaga Surya kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid, Desa Lepelle, Kec. Robatal, Kabupaten Sampang. Acara yang digelar di Pringgitan Pendopo Trunojoyo Sampang ini turut disaksikan oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi beserta jajarannya.(Sampang, 22 Desember 2022)

“Kami berterima kasih dan mengapresiasi sumur bor bantuan PENS ini. Karena memang di musim kemarau kabupaten Sampang membutuhkan pasokan air yang bersih. Beberapa sumur telah dibuat. Namun saking sulitnya, dari sekitar 16 titik tersebut hanya ada 1 saja yang berhasil,”kata Bupati dalam sambutannya.

Menurut beliau kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan positif hasil kerjasama PENS dan Kabupaten Sampang. “Semoga ke depan kerjasama ini tidak berhenti di bidang ini, namun masih bisa berlanjut dalam bidang yang lain,”sambungnya.

Sumur Bor Tenaga Surya yang diserahkan PENS ini telah dilengkapi sebuah sistem yang terintegrasi, yang terdiri atas pompa submersible yang dipasang di sumur dalam dan dihubungkan dengan sumber listrik yang dihasilkan dari solar panel.

“Mewakili Pondok Pesantren Nurul Jadid dan masyarakat sekitarnya, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan sumur bor dari PENS,”kata KH. Ali Wahdi, Pimpinan Ponpes Nurul Jadid di sela acara tinjauan lokasi.

Menurut beliau, air menjadi kebutuhan utama, dimana pemakaian tertinggi selain untuk konsumsi juga untuk kebutuhan MCK. Sementara kekeringan yang melanda wilayah Madura biasanya cenderung panjang dengan kisaran antara 6-7 bulan dalam 1 tahun.

Dalam periode itu air biasanya masih bisa diperoleh dari beberapa titik sumur pada awal periode bulan. Namun seiring waktu sumur-sumur itu mengering hingga memaksa pondok untuk memenuhinya dengan membeli air yang dikirim menggunakan truk tangki.

“Di akhir musim kemarau kami harus membeli air, paling tidak hingga 50 tangki atau sekitar 15 Juta Rupiah per kemarau, dan itu saat kondisi pondok belum normal karena pandemi, sehingga banyak santri yang libur. Tapi jika kondisinya sudah normal pengeluaran bisa lebih besar hingga 3-4 kali lipat.

Akhirnya kami juga mengarahkan santri yang rumahnya masih bisa dijangkau, untuk pulang dan mandi di rumah masing-masing untuk mengatasi permasalahan minimnya air ini,”imbuhnya.

Sementara di sisi lain belum ada masyarakat yang berani membuat sumur dalam, karena faktor biaya yang sangat besar, dengan kisaran puluhan juta per sumurnya.

Di samping resiko pengeboran yang terkadang tidak menemui hasil seperti yang diharapkan. “Kami pernah mencoba menggali hingga di 18 titik di area Pondok Pesantren dan belum menemukan air. Sementara biaya yang telah kami keluarkan cukup besar,”lanjut beliau.

Aliridho pun menyampaikan jika pihak PENS berusaha mendukung pembangunan daerah melalui program pengabdian unggulan ini.

“Kami berharap kegiatan kami ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten, meski nilainya tidak besar. Sebagai bentuk nyata sumbang sih kampus untuk pengembangan wilayah Sampang, dan dukungan kami terhadap pembangunan di daerah Madura,”kata beliau.

Dan dalam kesempatan yang sama, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya turut memberikan ucapan selamat untuk HUT ke 399 Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Semoga di usia menjelang 4 abad ini, Pemkab Sampang lebih fokus dalam melayani masyarakat. Dan semoga semangat PENS untuk maju bersama ini selaras dengan semangat Pemkab Sampang dalam “Budaya Hebat Bangkit Bermartabat” yang terwujud dalam hibah Sumur Bor Tenaga Surya yang kami serahkan siang ini. Ini sekaligus sebagai kado untuk HUT Sampang,”tegas Aliridho bersemangat.

Bupati Sampang pun menyampaikan jika pihak kabupaten siap membantu perawatan sumur bor yang telah dihibahkan ini secara berkala.

Informasi tentang PENS :

Andri Suryandari, M.Med.Kom.
Corp. PR for External Affairs and Cooperation PENS (HP. 0819-833-824)

Reporter Rofara