LAMONGAN lintasjatimnews.com – Muhammadiyah masih mualaf berpolitik karena belum pernah mengikuti Pemilu. Di samping itu juga anggota legislatifnya yang duduk di kursi DPR sangat kecil.
Hal itu disampaikan Prof DR Zainuddin Maliki MSi anggota DPR RI pada kajian Ideopolitor (Ideoligi, Politik dan Organisasi) yang diselenggarakan MPK (Majelis Pendidikan Kader) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamingan di GDM Brondong, Selasa (20/12/2022)
Lebih lanjut, anggota DPR RI Fraksi PAN ini mengatakan bahwa Muhammadiyah sudah merasa cukup nyaman dengan hal hal yang dilakukan selama ini. Seperti berkhitmat di lembaga pendidikan, kesehatan dan sosial.
Menurutnya, lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Rumah Sakit Muhammadiyah dinilai yang terbaik di Indonesia.
Di samping itu ada Lazismu yang banyak berkontribusi pada bangsa dan negara melalui kegiatan filantropi.
Zainudin Maliki juga menyayangkan bila ada warga Muhammadiyah yang masih beranggapan bahwa politik itu kotor dan harus dijauhi. Padahal tidak semua politik itu kotor.

Anggota DPR RI Dapil X Lamongan Gresik ini mengungkapkan pentingnya para Pimpinan Persyarikatan mengikuti kajian Ideopolitor agar melek politik. Apa yang dilakukan MajelisPendidikanKader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan ini merupakan langkah yang strategis.
Guru besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini mengungkapkan bagaimana beratnya mengawal sebuah Undang Undang di legislatif.
Menurut Ketua DPW PAN Jawa Tengah ini, dalam berpolitik yang kita butuhkan pemain bukan komentator.
Untuk itu, pada tahun 2024 Muhammadiyah harus menyiapkan kader kadernya duduk di legislatif baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun pusat.
Kemudian Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini mengungkapkan kalau ia mendapat apresiasi dari Prof Haedar Nasher Ketua Umum PP Muhammadiyah bahwa kesuksesan menjadi anggota legislatif karena tiga hal.
Pertama, Struktur Muhammadiyah bergerak. Kedua, Jumlah kepala keluarga cukup untuk mendapatkan kursi. Tiga, Personality calon yang dipilih mempunyai integritas untuk dipilih
“Muhammadiyah organisasi dakwah tapi tetap bisa mewarnai politik,” pungkas anggota komisi X ini.
Reporter: Fathurrahim Syuhadi








