Keistimewaan BTM Mulia Babat untuk Karyawan Baru dan Mahasiswa Magang

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnew – Menjadi pekerja di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Mulia Babat harus faham dan mengerti tentang Al Islam, Kemuhammadiyaan dan Ekonomi Syariah.

Maka, ketika ada karyawan atau mahasiswa magang yang masuk di BTM, harus melewati pembinaan oleh Dewan Pengawas Syariah BTM Mulia Babat yaitu Ustadz Tholhah tentang Al Islam, Kemuhammadiyaan dan Ekonomi Syariah.

Momen ini adalah hal yang sejarah dan istimewa bagi karyawan dan mahasiswa yang baru masuk di BTM, karena mengalami proses bimbingan dan pendalaman materi dari DPS BTM Mulia Babat.

Seperti yang disampaikan pada bimbingan peserta magang dari Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), Senin (29/8/2022) di ruang pertemuan lantai tiga BTM Mulia Babat.

DPS BTM Mulia Babat, Ustadz Tholhah menjelaskan tentang Kemuhammadiyaan.
Menurut Tholhah, Muhammadiyah yaitu gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah.

“Membahas tentang gerakan. Maka Muhammadiyah harus tetap bergerak dan tidak boleh puas dan diam dalam bergerak,” katanya.

Kemudian Tholhah memberikan contoh, jika ada Ranting Muhammadiyah yang tidak bergerak, maka itu hanya namanya saja. Namun ruh Muhammadiyah tidak ada.

Prinsip Muhammadiyah

Lantas pak Tholhah – panggilan akrabnya – menjelaskan, prinsip Muhammadiyah, yaitu setiap usaha yang digunakan untuk menolong agama Allah. Maka Allah tidak akan mempersulit jalanya.

Seperti dalam Qs. Muhammad ayat 7:*
‎يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

Selain itu, Muhammadiyah, kata Tholhah ber amar ma’ruf nahi munkar; mengajak atau menganjurkan perilaku kebaikan dan mencegah perilaku buruk.

Al Islam

Setalah memahami makna gerakan, maka yang digerakkan adalah Islam, seperti dalam tujuan Muhammadiyah “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

“Setiap melakukan Kegiatan dalam Muhammadiyah, maka harus kita niati ibadah. Maka ketika mengikuti kegiatan Muhammadiyah jangan malas, niatilah karena ibadah,” ujarnya.

Lanjutnya, kemudian jangan menyerah dan malas kalau bicara mengenai Islam dan Muhammadiyah.

Misalnya, ketika kerja di Rumah sakit maka niati karena ibadah, ketika menolong orang niati ibadah, mengikuti kegiatan di Muhammadiyah niati ibadah.

“Karena kita tidak tau, ibadah yang mana yang diterima oleh Allah,” pungkasnya.

Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan