Dari Seminar Sejarah Muhammadiyah Lamongan Berkembang Pesat Dari Pantura

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Diketahui dari Seminar Sejarah Muhammadiyah Lamongan bahwa Muhammadiyah Lamongan Berkembang pesat dari pesisir pantura. Organisasi Muhammadiyah dirintis awal mulanya KH Sa’dullah tahun 1936 di Blimbing kecamatan Paciran. KH Sa’dullah pernah lama belajar di Timur Tengah

Demikian disampaikan Muhammad Su’ud Tim Penulis Sejarah Muhammadiyah Lamongan pada seminar sehari yang dihadiri seratus peserta bertempat di gedung dakwah Muhammadiyah Lamongan, Rabu (24/8/2022)

KH Sa’dullah dikenal sebagai seorang yang alim dan sangat disegani masyarakat pesisir pantura. Disamping alim dia adalah seorang pedagang yang sukses. Ia juga seorang aktifis Masyumi

Tokoh lain yang memiliki banyak andil penyebaran bibit paham Muhammadiyah pada masa penjajahan kolonial Belanda di pantura adalah KH. Mohammad Amin Mustofa (1912-1949) yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai Amin. Nama beliau diabadikan dengan Ponpes yang dikenal Al Amin di desa Tunggul.

Dalam usia yang relatif masih muda 24 tahun, Kyai Amin sudah mengasuh pondok pesantren di Tunggul Paciran setelah belajar di pondok pesantren Tebuireng, Termas, Ngeloh Sepanjang Kediri dan Maskumambang.

Selanjutnya Muhammadiyah berkembang di Pangkatrejo pada tahun 1940-an yang dibawa KH Sofyan Abdullah. Selain diasuh oleh guru-guru setempat kelompok belajar ini juga mendatangkan guru dari Yogyakarta, seperti R. Hadiwinoto yang bertugas mengajarkan ilmu pengetahuan umum (termasuk bahasa Inggris).

Sementara itu, Muhammadiyah di Babat dan sekitarnya (Kedungpring, Modo, sampai ke wilayah selatan) dibawa oleh Mochammad Shaleh seorang guru Sekolah Rakyat berasal dari Ngampel Surabaya pada tahun 1924. Teman seperjuangan Mochammad Shaleh adalah Kiai Ramelan (Guru MI Tadzibiyah).

Mochammad Shaleh mendirikan mushola Baitussholihin di depan rumahnya sebagai pusat kegiatan dakwahnya. Mochammad Shaleh saat di Surabaya sempat nyantri kepada Kyai Mas Mansur dan bertemu juga dengan KH Ahmad Dahlan.

Di ibu kota Kabupaten Lamongan Muhammadiyah sebenarnya sudah ada sejak tahun 1937. Perkembangan selanjutnya, Muhammadiyah berdiri di kota Lamongan pada tahun 1953. Tokoh penggeraknya antara lain Khozin Jalik dan Muchtar Mastur

“Dari Seminar sehari ini diharapkan agar segera diterbitkan buku Sejarah Muhammadiyah Lamongan. Untuk itu peserta dari berbagai cabang atau kecamatan dan organisasi otonom Muhammadiyah memberi masukan dan saran terbaiknya,” pungkas Sekretaris Majelis Tabligh PDM Lamongan ini

Reporter : Fathurrahim Syuhadi