Team Ekspedisi Bengawan Solo Singgah Di Kebomlati Plumpang

Listen to this article

TUBAN lintasjatimnews – Sungai Bengawan Solo adalah salah satu sungai legendaris di Indonesia. Ini adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa sekaligus salah satu sungai terpanjang di Indonesia. Dan team Ekspedisi Bengawan Solo kali ini singgah di Desa Kebomlati Plumpang, Selasa (9/8/22)

Kepala Desa Kebomlati H Moenidjan dalam sambutannya mengatakan, terima kasih kepada team Ekspedisi yang sudah memilih Desa Kebomlati sebagai tempat singgah

Masih kata Moenidjan team Masih ada perjalanan ke Lamongan dan Gresik.
Berkaitan dengan itu ada istilah tuku banyu bengawan (beli air bengawan) untuk upacara adat, sekaligus Melestarikan adat istiadat Desa Kebomlati yang terus berkembang yakni adus banyu bengawan, acara ini mudah mudahan diberikan keselamatan oleh Allah. “Ucapnya”

Sungai Bengawan Solo adalah sungai yang memiliki riwayat panjang di Nusantara. Dahulu banyak pedagang berlayar dengan perahu di sungai besar tersebut. Saat kemarau, debit air sungai ini menipis, tapi kala musim hujan air sungai bisa meluap hingga menyebabkan banjir.

Rangkaian kegiatan besar yang mereka jalankan adalah Misi Ekspedisi Bengawan Solo 2022. Ekspedisi ini akan berakhir di Kabupaten Gresik, tutupnya.

Ermiko Effendi, Penanggung Jawab Pelaksana Misi Ekspedisi Bengawan Solo 2022 menyampaikan, perjalanan mereka dimulai dari Waduk gajah Mungkur dan sekarang sudah sampai Desa Kebomlati Plumpang Tuban.

Menurut Miko sapaan akrabnya, Bengawan Solo sangat membanggakan luar biasa, Bengawan solo paling tidak ada beberapa hal catatan, yang pertama wadah berkah yang luar biasa terbukti untuk mengairi sawah yang kedua Situasi yang sulit saat Banjir.

Lanjut Miko, terus terang kami tidak tinggal di bantaran Bengawan solo, tapi saya meyakini banyak keberkahan didalamnya. bapak ibu Kebomlati ini titik akhir di wilayah Tuban dan akan kami lanjutkan ke wilayah Lamongan dan Gresik.

Ekspedisi Bengawan Solo adalah upaya pemuliaan sungai, karena kita melihat hari ini sungai itu tidak begitu dimuliakan. Banyak bagian dari sungai itu lebih dikenal sebagai IPAL komunal. Dari pabrik keluar ke sungai, dari limbah rumah tangga keluar ke sungai. “tutup Miko”

Reporter : Qomari