GRESIK Lintasjatimnews – Juru Sembelih Halal (JULEHA) Lamongan Jawa Timur mengadakan silaturrahim dan latihan mengasah bilah di kediaman salah satu anggota yang berdomisili di desa Pantenan Panceng Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at (5/7/2022) sejak setelah shalat Jum’at hingga menjelang Maghrib.
Kegiatan ini dihadiri oleh ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota Juleha Lamongan yang tersebar di beberapa kecamatan, bahkan juga dihadiri oleh beberapa anggota Juleha Bojonegoro, Jombang, Surabaya, dan Gresik sendiri.
Sebelum kegiatan dimulai, para anggota yang sudah hadir dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan tuan rumah dan tim, adapaun menu utama pada kesempatan kali ini adalah sate kambing.
Sekretaris Juleha Lamongan, Azzam diamanati untuk memimpin sekaligus membuka kegiatan ini. Pria yang berdomisili di perumnas Made Lamongan ini dalam sambutan pembukaannya menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada tuan rumah yang telah menyediakan tempat, fasilitas, serta konsumsi yang luarbiasa.
Selanjutnya Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini selain diharapkan menambah rasa persaudaran sesama anggota juga digunakan sebagai ajang bertukar pengalaman setelah satu bulan yang lalu telah melaksanakan penyembelihan hewan Qurban di tempat masing-masing serta sebagai sarana untuk membahas program kerja ke depan.
“InsyaAllah Juleha Lamongan akan mengadakan bimtek bekerjasama dengan Juleha Jatim serta RPH selama sehari-semalam. Teknisnya siang kita materi ruangan/teori sedangkan malamya kita praktik menyembelih sapi di RPH, jadi kerjasamanya antara Juleha Jatim dan RPH Surabaya”, kata Azzam.
Sembari memimpin jalannya acara, Azzam mempersilahkan kepada peserta untuk sharing dan menyampaikan pendapat terkait kegiatan Juleha Lamongan ke depan juga berbagi pengalaman serta kisah-kisah mereka selama bergabung di Juleha.
Nuryono, anggota yang berasal dari Perum Graha Lamongan dengan penuh semangat mengawali untuk berbagi pengalaman. “Jangankan dulu saya menyembelih sapi, untuk menyembelih mentok saja saya tidak tega. Pernah saya membeli mentok untuk saya sembelih sendiri, namun karena tidak tega, kemudian saya bawa ke rumah potong hewan untuk disembelihkan”.
“Dulupun, saya tidak ada niat sama sekali ikut Juleha, namun Alhamdulillah dengan berjalannya waktu serta karena terpaksa diamanati oleh panitia Qurban sebagai eksekutor dan kemudian disarankan bergabung di Juleha Lamongan, saat ini insyaAllah saya sudah siap untuk menyembelih hewan Qurban baik itu kambing maupun sapi dan saya senang sekali di Juleha”, ujarnya.
Peserta selanjutnya adalah Muzayin, peserta dari desa Bantengputih Karanggeneng. Dengan penuh semangat dan antusias dia menyampaikan, “kalau sampeyan sudah dapat menyembelih mentok/unggas, insyaAllah menyembelih kambing atau sapi pasti lebih mudah. Di sini ini kita yang sulit adalah menyembelih unggas dan unta”.
Farosid, peserta dari desa Sedayulawas Brondong yang secara tidak disengaja Idul Adha kali ini diamanati untuk menyembelih hewan Qurban di daerah timur Indonesia, tepatnya di kota Palu. “Sebenarnya saya tidak ada rencana untuk menyembelih hewan Qurban di sana, saya hanya menemani Ustad saya yang sedang mendapat undangan untuk menjadi Imam dan Khotib shalat Idul Adha di salah satu pesantren di sana”.
“Bagaimana ceritanya kok saya diamanati menyembelih hewan Qurban di sana? Ceritanya saya di sana memakai rompi Juleha Lamongan kemudian oleh panitia langsung disuruh menyambelih, padahal saya tidak membawa pisau. Awalnya satu ekor terus dua ekor, eh.lha kok disuruh menyembelih semuanya sebanyak lima ekor sapi”, demikian Farosid mengisahkan.
Lebih lanjut setelah sesi sharing dan tukar pengalaman selesai kegiatan diteruskan dengan shalat Ashar berjamaah di Masjid At-Taqwa Pantenan dan dilanjutkan dengan latihan mengasah pisau yang dibawa oleh setiap peserta serta pembagian buku saku Manajemen Qurban. Sesi asah pisau ini diakhiri menjelang Maghrib sekalian kegiatan silaturrahim dan latihan mengasah bilahpun ditutup.
Irsyadul Ibad, selaku taun rumah yang ditempati kegiatan ini menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran keluarga besar Juleha Lamongan serta memohon maaf atas kekurangan yang ada. “Bapak-bapak terimakasih atas kehadirannya, mohon maaf atas segala kekurangan, jazakumullah khoiron katsiro”, pungkasnya.
Reporter: Winarto









