Isu LGBT di Tuban Fashion Week Mendapat Tanggapan dari Cak Majid

Listen to this article

TUBAN lintasjatimnews – Fenomena Tuban Fashion Week yang dilaksanakan hari Kamis tanggal 4 Agustus lalu di jalan RA Kartini depan Kantor Kejaksaan Negeri Tuban menuai banyak respon negatif oleh publik termasuk seorang aktivis muda Tuban Abdul Majid Tamum, minggu (07/08/22).

Aktivis yang aktif dalam kegiatan Fokus Ngopi dan Sahabat Ngopi di kabupaten Tuban ini menanggapi isu yang berkembang berkaitan dengan TFW harus mengacu pada adat ketimuran serta nilai-nilai agama yang ada di Indonesia.

Pria yang akrab disapa Cak Majid ini menegaskan, bahwa dalam kegiatan TFW harus bebas dari muatan kampaye LGBT, sebab disamping melanggar nilai etika serta norma di masyarakat bumi wali, menurutnya LGBT sangat bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia.

“Namun hal ini tentu harus kita sikapi dengan bijak, kita boleh menyuarakan tolak LGBT dalam Tuban Fashion Week tapi jangan sampai dengan cara menghujat mereka apalagi sampai melakukan kekerasan,” ujarnya

Cak Majid mengajak untuk selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di kabupaten Tuban dalam event-event apapun termasuk Tuban Fashion Week (TFW) kemarin.

Dia menambahkan meskipun sebenarnya apa yang dilakukan mereka ada niat dan upaya yang positif, namun tentu pemerintah dan tokoh agama harus mengontol dan mengendalikan orientasi serta tujuan dari TFW tersebut, agar tidak melenceng dari karakteristik masyakarat Tuban.

Ekspresi berkreasi memang harus kita dukung namun dengan media dan cara yang tidak bertentangan dengan nilai budaya, norma, dan agama.

“Dalam banyak ayat kita dianjurkan terus menjaga dan merawat toleransi,” tutup ketua LDK PDM Tuban ini.

Reporter: (SG)