Memaknai Hari Donor Darah Menurut Pegiat Rumah Baca Api Literasi

Listen to this article

BANYUMAS lintasjatimnews – Mendonor darah merupakan bentuk rasa humanis, begitu ungkapan Najmi Ilham Dzikrillah pegiat Rumah Baca Api Literasi pada momen Hari Donor Darah, Banyumas (14/6/2022).

Bagi Najmi, sapaan akrabnya, Hari Donor Darah merupakan suatu kegiatan pemberian atau sumbangan darah yang dilakukan oleh seseorang secara sengaja dan sukarela kepada siapa saja yang sedang membutuhkan tranfusi darah.

Menurutnya, pada tanggal 14 Juni setiap tahunnya di memperingati Hari Donor Darah sedunia, dalam peringatan ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan bagi pendonor di seluruh dunia yang secara sukarela untuk membantu dan menyelamatkan banyak nyawa yang membutuhkan darah.

Alumni Latihan Instruktrur Dasar PC IMM Lamongan ini menuturkan, sebagai pegiat literasi yang merupakan generasi muda seharusnya juga ikut berpartisipasi untuk mendonor darah nya sebagai bentuk rasa humanis kepada orang yang sedang berjuang hidup membutuhkan darah. Serta ikut mengkampanyekan dan mengajak teman, saudara, keluarga, ataupun orang lain untuk mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

“Hikmah yang bisa didapatkan di Hari Donor Darah ini ialah dengan menyumbangkan atau mendonorkan darah kita kepada seseorang yang membutuhkan adalah pekerjaan yang sangat mulia. Hal ini karena dengan mendonorkan sebagian darah kita berarti telah memberikan pertolongan kepada orang lain sehingga dapat menyelamatkan nyawa nya dari ancaman kematian,” ujar Najmi pegiat RBAL ini.

Ia menambahkan, menyumbangkan darah dengan ikhlas kepada siapa saja yang membutuhkan termasuk amal kemanusiaan yang amat dianjurkan dalam Islam dan dengan izin Allah Ta’ala akan berdampak mendapatkan pahala, sama halnya kita memberi makan kepada orang kelaparan yang terancam mati.

Hal ini sejalan dengan firman Allah Ta’ala yang terdapat disurah al-Maidah ayat 32: Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.

“Donor darah adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Sebagai pegiat literasi yang merupakan dari generasi muda tentunya mempunyai tantangan yaitu untuk terus menkampenyekan solidaritas dalam menebarkan nilai-nilai humanis, empati, dan kebaikan bagi para pendonor darah,” pungkasnya.

Reporter: Fathan Faris Saputro