TUBAN lintasjatimnews – Dengan keuletan dan terus konsisten, Mohammad Nasikin sukses mengelola usaha aneka ragam camilan dari jamur tiram, usaha kecil dan menengah miliknya ini dapat eksis kembali meskipun awalnya ia mengalami kegagalan dan kerugian besar. Namun kegagalan tersebut justru membuatnya terlecut untuk terus menekuni usaha olahan jamur tersebut.
Saat diwawancarai oleh lintasjatimnews.com, pria yang juga berprofesi sebagai pendamping PKH di Kabupaten Tuban ini, mengatakan bahwa usaha yang ia geluti bisa memperoleh penghasilan bersih satu juta lebih per bulannya.
Ide atau gagasan bermula dari para petani jamur yang kesulitan untuk memasarkan hasil pertaniannya, sehingga muncul di benaknya untuk membuat hasil olahan dari bahan jamur tiram.
Lalu dimulailah dia membuat jamur crispy kesukaannya waktu kuliah dulu, memang belum ada tempat khusus untuk berjualan saat itu. Dia menjual jamur olahannya berdasarkan pesanan. Misalnya, pesanan dari teman sekantor tempat ia bekerja, yang kini jadi pelanggan tetap. Lama-lama penggemar jamur buatannya pun semakin banyak.
Dia menambahkan, usaha tersebut memang sangat menjanjikan, selain mudah untuk membuatnya, jamur crispy juga sangat pas untuk dijadikan usaha rumahan, paling tidak bisa menambah penghasilan keluarga.
“Selain itu konsumsi jamur di masyarakat juga cukup tinggi sehingga permintaan pun ikut tinggi,” ungkapnya.
Ditanya apakah ada kendala, “memang ada sedikit kendala selain stok jamur yang masih minim , alat produksi jamur crispy yg masih manual itupun dari kreasi sendiri,” jawabnya.
Biar usahanya kedepan bisa lebih berkembang, diapun berharap pada Pemerintah Kabupaten Tuban untuk bisa memberikan perhatian khusus berupa motivasi kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan mengadakan berbagai kegiatan pameran sebagai sarana promosi serta adanya bantuan berupa alat produksi dan berbagai pelatihan UKM.
Disela pembicaranya, pemilik usaha jamur crispy yang diberi nama SI MONA (Mohammad Nasikhin) yang diambil dari singkatan namanya sendiri ini, menunjukan berbagai jenis produk olahannya, ada rasa balado, rasa sapi panggang, rasa original, rasa barbeque dan masih banyak yang lainnya serta semuanya dibandrol Rp. 5.000,- per bungkus isi 500 gram.
Reporter : Slamet Efendi








