TUBAN lintasjatimnews – Profesi pemanjat tower bukanlah sebuah pekerjaan gampang. Keberanian dan fisik yang kuat sangat diperlukan. Berada di ketinggian, apalagi bila tower yang dipanjat sampai setinggi seratusan meter, dengan posisi menggantung bisa menyiutkan nyali. Namun berbeda dengan Susilo Hadi Utomo, Pria yang hampir dua tahun bekerja sebagai pemanjat tower di sebuah perusahaan swasta ini.
Pria mantan kiper sepak bola Joko Tarub FC ini sudah terbiasa berada di ketinggian. Malah berada di puncak tower telah menjadi keasyikan tersendiri baginya meskipun taruhannya adalah nyawa.
Sus panggilan akrabnya, memberikan trik bagaimana cara mengurangi rasa takut di ketinggian salah satunya adalah kalau saat memanjat jangan melihat ke bawah karena bisa membuat kepala pusing, mual-mual atau malah kehilangan kendali.
“Pernah juga saya mengalami jatuh akibat kabel yang saya lewati putus pada ketinggian 15 meter, alhamdulillah selamat karena pas jatuhnya diarea persawahan, namun hal itu jarang terjadi. Selain peralatan yang safety, juga karena kita berprofesi sebagai pemanjat sudah diajarkan trik-trik memanjat mas,” kata pria yang memiliki dua anak tersebut.
Saat ditanya oleh wartawan lintasjatim.com (01/06/22), apakah tidak kangen keluarga di rumah, jawabnya sambil matanya berkaca-kaca, “kangen sih kangen mas tapi apalah daya kerja cari nafkah untuk masa depan anak-anak, Saya pingin anak saya jadi polwan atau paling tidak jadi pengacara seperti pakdenya”, tutup pria lulusan SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban ini.
Reporter : kang slamet








