Ta’sir: Jangan Pernah Lelah untuk Berjuang dan Menggerakan Persyarikatan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Alumni Darul Arqam Dasar 2 Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kelompok Desa Medalem melaksanakan penutupan RTL yang bertempat di masjid Al Ikhlas Dusun Ganggang Desa Medalem Kecamatan Modo, Ahad (17/4/2022).

Wakil ketua PCM Modo Pak Ta’sir dalam sambutannya mengatakan, “Kami atas nama besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Modo mengucapkan banyak terima kasih atas atensi dan dedikasinya di PCM Modo yang tentunya ini menjadi nilai tambah bagi kami yang ada di jajaran PCM,” ujarnya.

Lanjutnya, karena satu sisi memberikan semangat dan spirit kepada anggota ranting dan persyarikatan yang di tempati dengan gerakan positif ini dalam rangka mengerakkan dan memberikan semangat dan terutama di bulan suci Ramadan bahwa syiar Ramadan benar-benar fakta dan dakwah Islam terutama yang di emban dalam persyarikatan ini.

“Permohonan maaf juga kami sampaikan kepada adik-adik semuanya yang bersilaturrahim bersama jamaah kami. Kami sangat berharap pengalaman kalian saat berinteraksi kepada masyarakat yang notabenya tingkatan kemampuan SDM nya baik itu kemampuan interaksi secara sosial, pengetahuan, sosio kultural di ranting Muhammadiyah sini itulah ragam dan warna dari anggota persyarikatan, jamaah maupun masyarakat,” tuturnya.

Aktivis di era 85 an ini mengatakan, ini semuanya menjadi bahan ketika kalian memperoleh ilmu secara akademik di bangku kuliah dan di implementasikan di lapangan. Jadi mengelola, memanajemen, dan menggerakkan itu bukan persoalan yang mudah ketika kita menerima teori di bangku kuliah dengan implementasi di lapangan. Keterpaduan ilmu secara teoristis dengan praktis bahkan empiris. Kalau kalian belajarnya sudah di empiris begini atau praktik secara langsung nanti akan di rasakan kemudian hari.

“Jadi ketika pengalaman kulia itu kadang-kadang tidak akan kita temukan dan akan kalian hadapi seperti kalian akan KKN. Jadi kami sangat mengapresiasi semangat kalian yang sangat tinggi terutama kita di keluarga persyarikatan karena IMM sebagai organisasi otonom dan ini mempunyai peran sebagai penerus, pelangsung dan juga nanti melanjutkan perjuangan yang ada di persyarikatan di masing-masing tempat,” tambahnya.

Ia mengigatkan dan memberikan pesan, jangan pernah lelah untuk berjuang dan menggerakan persyarikatan. Di IMM itu sebagai wadah kita untuk menggembleng diri istilahnya itu kawah condro dimuko. Yang nantinya akan berharap ketika nanti sudah udzur maka kalian ini adalah penerusnya sebagai penerus, pelangsung dan apa-apa yang kita laksanakan. Sehingga kita bisa melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh KH. Ahmad Dahlan.

“Kita sebagai kader penerus perjuangan hendaknya selalu berpikir kritis, inovatif, dan jangan lelah berjuang. Jangan sampi berputus asa maka ada slogan di Al-Qur’an yaitu Fastabiqul khairat,” pungkasnya.

Reporter: Fathan Faris Saputro